Saham TLKM Melorot 4% di Tengah Perolehan Laba Rp 24,6 Triliun, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 24,6 sepanjang tahun 2023, tumbuh 18,3% dari laba bersih tahun buku 2022.
Di tengah pertumbuhan laba bersih 2023, harga saham TLKM justru terpantau melemah sebesar 4,62% ke level Rp 3.720, pada perdagangan, Senin (25/3/2024).
Rilis kinerja keuangan TLKM tampaknya malah memukul harga sahamnya di pasar, lantaran laba yang diraih berada di bawah estimasi konsensus pasar.
Analis PT Stockbit Sekuritas Arvin Lienardi menyebut, perolehan laba sebesar Rp 24,6 triliun hanya setara 95,5% dari estimasi konsensus.
Baca Juga
Konsisten Jalankan Transformasi, Telkom (TLKM) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 18,3%
‘’Hasil laba bersih yang lebih rendah dari estimasi direspons secara negatif oleh market,’’ urai Arvin dikutip, Senin (25/3/2024).
Lebih lanjut dikatakan, laba bersih TLKM selama 2023 setara dengan EPS sebesar Rp 247,9 per saham.
Arvin mengingatkan, dalam public expose pada November 2023, Manajemen TLKM mengatakan akan membagikan dividen dengan payout ratio 60%–80%, yang mengindikasikan dividen per saham sekitar Rp 149 – 198/lembar berdasarkan laba bersih 2023.
Jumlah tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 3,9–5,2% berdasarkan harga saham TLKM per penutupan sesi I hari Senin (25/3).
Adapun pendapatan TLKM hanya tumbuh 1,3% YoY menjadi Rp 149,2 triliun, sementara beban usaha justru naik 2,8% YoY, sehingga margin laba usaha turun menjadi 30,2%. Tahun sebelumnya margin laba usaha berada di level 31,2%.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Sebut Data Center Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kinerja
Kemudian laba usaha tercatat turun 1,9% YoY. Adapun pertumbuhan laba bersih TLKM pada 2023 ditopang oleh penurunan kerugian atas investasi menjadi Rp 748 miliar. Bandingkan dengan tahun 2022 yang mencatat rugi Rp 6,4 triliun.
Arvin menyebut, laba bersih 2023 yang di bawah estimasi konsensus disebabkan oleh hasil kuartal IV-2023 yang cukup rendah, mengingat hasil selama periode September 2023 telah memenuhi 79,4% dari laba bersih 2023.
Pada kuartal IV-2023, TLKM mencatat laba bersih sebesar Rp 5,1 trilliun atau turun 24,9% secara kuartalan (QoQ). Hasil tersebut ditekan oleh pendapatan yang tergolong flat sebesar Rp 38 triliun.
Sementara beban usaha naik lebih signifikan sebesar 11,1% QoQ, sehingga margin laba usaha pada kuartal IV-2023 terkontraksi menjadi 26,2%, bandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 sebesar 33,3% QoQ dan margin laba bersih turun ke level 13,3%, dari level 17,9%.
Secara operasional, TLKM mencatat pertumbuhan average revenue per user (ARPU) sebesar 7,5% YoY menjadi Rp 47.500, sementara jumlah pelanggan meningkat 1,6% YoY menjadi 159,3 juta pengguna pada tahun 2023.
