Saham BRPT Bangkit! Simak Kembali Target Harga Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT), saham emiten yang dikendalikan taipan Prajogo Pangestu, akhirnya bangkit ditunjukkan dengan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/5/2024).
Lompatan harga saham BRPT relatif terlambat, dibandingkan empat saham emiten yang dikendalikan Prajogo, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang telah melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa.
Baca Juga
Laba Atribusi Barito Pacific (BRPT) Melesat 1.329%, Berikut Penopang Utamanya
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham BEI hari ini, saham BRPT melesat sampai auto reject atas (ARA) Rp 255 (24,76%) menjadi Rp 1.285. BRPT menjadi saham dengan penguatan paling pesat, dibandingkan empat saham emiten lainnya yang dikendalikan Prajogo Pangestu.
Penguatan saham lainnya, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik Rp 400 (4,01%) menjadi Rp 10,375, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik Rp 25 (0,27%) menjadi Rp 9.150, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik Rp 400 (5,10%) menjadi Rp 8.250, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat Rp 475 (5,59%) menjadi Rp 8.975.
Meski melesat hari ini, saham BRPT ternyata masih mencatatkan pelemahan sebanyak 7,22% year to date (ytd). Pelemahan tersebut lebih rendah dibandingkan CUAN dengan koreksi ytd sebanyak 31,82%. Sebaliknya penguatan saham BREN, PTRO, dan TPIA ytd masing-masing 36,51%, 58,15%, dan 60,53%.
Baca Juga
Prajogo Pangestu, Konglomerat Pionir Bisnis Geothermal Terbesar
Berdasarkan data BRPT bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 34,65% saham TPIA bersama dengan Prajogo Pangestu menguasai 5,06% saham TPIA. BRPT juga bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 64,666% saham BREN. Sedangkan Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali 71,19% saham BRPT.
Lalu, bagaiman prospek sesungguhnya saham induk usaha BREN dan TPIA ini?Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan dan Jeremy Hansen mengatakan, TPIA bersama Glencore baru saja mengumumkan rencana akuisisi kilang minyak dan kimia Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) di Pulai Bukom dan Jurong.
“Selain menciptakan peluang pertumbuhan laba pesat ke depan, Aksi besar ini membuka peluang besar bagi TPIA untuk masuk dalam indeks MSCI,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan beberapa hari lalu.
Baca Juga
Kendalikan Dua Emiten Terbesar di BEI, Saham Barito Pacific (BRPT) malah Anjlok, Ada Apa?
Berdasarkan informasi TPIA berpeluang menjadi pengendali dengan kepemilikan 80% saham SECP melalui perusahaan patungan bentukan TPIA dengan Glencore. Berdasarkan data SECP bisa menghasilkan pendapatan tahunan senilai US$ 10 miliar.
Melalui akuisisi ini, dia melanjutkan, BRPT melalui TPIA berpotensi meningkatkan kapasitas produksi bahan kimia menjadi 8,6 juta ton per tahun. Kapasitas produksi perseroan diperkirakan kembali meningkat menjadi 9,5 juta ton pada 2026 atau merefleksikan rata-rata pertumbuhan tahunan 120% dalam kurun waktu 2024-2026.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, BRPT terdongkrak peluang masukkny saham TPIA dalam indeks MSCI dalam waktu dekat. Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk kembali mempertahankan beli saham BRPT dengan target harga Rp 2.500.
Grafik Saham Emiten Prajogo
