Saat BREN dan CUAN Disuspensi, Investor Berbondong-bondong ke Saham Barito (BRPT)
JAKARTA, investortrust.id – Usai perdagangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dihentikan sementera oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/11/2023), transaksi saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tiba-tiba melonjak.
Berdasarkan data BEI, Jumat (10/11/2023), saham BRPT melesat sebanyak Rp 200 (19%) menjadi Rp 1.270 hingga pukul 09.18 WIB. Saham induk usaha miliki Prajogo Pangestu ini bergerak dalam rentang Rp 1.070-1.275. Sedangkan saham TPIA melesat Rp 110 (3,72%) menjadi Rp 3.070.
Baca Juga
Aneh! Kuasai Saham BREN Rp 452,03 Triliun, Tapi Market Cap BRPT Hanya Rp 100,30 Triliun
Terkait kinerja keuangan, BRPT membukukan lompatan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 218% menjadi US$ 35,84 juta hingga September 2023, dibandingkan periode sama thaun lalu US$ 11,27 juta.
Sedangkan total laba bersih periode berjalan perusahaan Prajogo Pangestu ini melambung dari level US$ 39,13 juta menjadi US$ 96,77 juta. Adapun laba per saham naik dari US$ 0,00012 menjadi US$ 0,00038.
Barito dalam publikasi laporan keuangan, Selasa (31/10/2023) menyebutkan, kenaikan laba berseih tersebut didukung penurunan beban pokok pendapatan dan beban langsung dari $ 2,04 miliar menjadi US$ 1,69 miliar. Sedangkan pendapatan turun dari US$ 2,37 miliar menjadi US$ 2,11 miliar.
Baca Juga
Tak Hanya BREN, BEI Ikut Suspen Saham Prajogo Pangestu Ini (CUAN)
Meski, Barito Pacific (BRPT) menggengam saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) bernilai Rp 452,03 triliun atau didapatkan capital gain mencapai Rp 384,55 triliun, kapitalisasi pasar saham BRPT baru hanya mencapai Rp 100,30 triliun.
Angka tersebut hanya merefleksikan 22,18% dari total nilia kepemilikan saham BRPT di BREN yang telah mencapai Rp 452,03 triliun hingga hari ini.Lompatan keuntungan tersebut didukung atas berlanjutnya penguatan harga saham BREN ke level tertinggi baru Rp 5.225.
Diborong Prajogo
Terkati saham BRPT, Prajogo Pangestu selaku pengendali terpantau telah merealisasikan penambahan sebanyak 313,43 juta saham BRPT terhitung sejak awal tahun hingga akhir Oktober 2023 atau sepanjang 2023 berjalan.
Baca Juga
Prajogo Pangestu dari Sopir Angkot hingga Lompatan Kekayaan Jadi US$ 20,2 Miliar
Prajogo aktif mengakumulasi saham BRPT dalam beberapa bulan terakhir. Dengan aksi tersebut menjadikan total kepemilikan sahamnya bertambah dari akhir tahun lalu sebanyak 66,42 miliar saham BRPT atau 70,85% menjadi 66,73 miliar saham atau menjadi 71,19%.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham BRPT di BEI, Selasa (7/11/2023), Prajogo Pangestu menguasai sebanyak 66,73 juta saham BRPT hingga akhir Oktober, dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 66,72 miliar saham.
