Rupiah Lanjut Menguat ke Rp 15.500/US$
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah pada Rabu pagi (15/11/2023) melanjutkan penguatan, menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang baru. Laju kenaikan harga yang jauh lebih lambat meningkatkan harapan Federal Reserve (The Fed) menyelesaikan kampanye kenaikan suku bunga acuan, di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.
Nilai tukar mata uang Garuda terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat sebesar 1,24% atau 195 poin menjadi Rp 15.500 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.695 per dolar AS, papar Antara.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Naik Rp 8.000, Jadi Rp 1,097 Juta per Gram
Imbal Hasil Treasury AS Anjlok
Sementara itu, imbal hasil Treasury AS tercatat anjlok lantaran angka inflasi terbaru menunjukkan laju kenaikan harga yang jauh lebih lambat. Pada Selasa waktu AS atau Rabu (15/11/2023) WIB, imbal hasil Treasury 10-tahun turun lebih dari 18 basis poin menjadi sekitar 4,45%. Imbal hasil Treasury 2-tahun turun 21 basis poin menjadi 4,8%.
Baca Juga
Tunggu Keputusan The Fed, Imbal Hasil Treasury 10-tahun Naik Mendekati 5%
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Selasa (14/11/2023) waktu setempat menunjukkan harga-harga naik lebih lambat di berbagai jenis barang dan jasa, termasuk mobil baru dan bekas, BBM, kamar hotel, dan perumahan. Secara keseluruhan, inflasi dari bulan September ke Oktober 2023 tidak berubah, mereda dibanding kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, dibandingkan dengan 12 bulan yang lalu, harga-harga konsumen naik 3,2% pada Oktober lalu. Tetapi, ini masih lebih baik dibanding kenaikan 3,7% pada bulan September dan merupakan kenaikan tahun ke tahun terkecil sejak Juni 2023.
