Royal Insentif Membangun Pertanian, Belajar Sukses dari Brasil!
Oleh Agusdin Pulungan,
Ketua Umum Wamti
INVESTORTRUST.ID – Brasil tak hanya sukses memenangi Piala Dunia paling banyak dan menumbuhkembangkan legenda bola mulai dari Pele, Socrates, Zico, Romario, Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo, dan generasi anyar Neymar. Ia juga menjadi contoh penting: bagaimana sebuah negara bisa meningkatkan produksi pertanian pangan dan signifikan menumbuhkan kemakmuran.
Strategi pembangunan pertanian pangan ala Negeri Samba itu bisa mendukung pencapaian produk domestik bruto (PDB) mereka 58% lebih tinggi dari kita, meski penduduk RI jauh lebih banyak. Berdasarkan data Country Economy, GDP Brasil menembus US$ 2,17 triliun, dibanding RI US$ 1,37 triliun pada 2023.
Alhasil, indikator kesejahteraan rakyatnya pun cukup baik. GDP per capita tahun 2022 saja mencapai US$ 9.455. Ini hampir dua kali lipat dibanding Indonesia US$ 4.989 pada 2023. Artinya, Indonesia tak perlu ragu dan tak perlu malu belajar dari sesama anggota G20, yang sama-sama beriklim tropis karena terletak di daerah khatulistiwa dan bercurah hujan tinggi.
Baca Juga
Harga Komoditas Pertanian Naik, Volume Impor Beras Indonesia Melonjak 165,27%
Kalau kita lihat, kemajuan Brasil dicapai lantaran mau mengubah berbagai kebijakan, plus segera merealisasikan reformasi struktural dan penerapan inovasi teknologi. Tidak sekadar berwacana atau jargon di udara.
Pemimpin Ekspor Pangan Dunia
Negara ini memimpin dunia dalam ekspor kedelai (56% dari ekspor global), jagung (31%), kopi (27%), gula (44%), jus jeruk (76%), daging sapi (24%), dan daging ayam (33%), berdasarkan data USDA 2022. Pada tahun 2023, ekspor pertanian Brasil menembus USD 159,09 miliar, meningkat 4,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan produk utama antara lain kedelai, daging sapi, ayam, gula, kopi, jagung, kapas, dan jus jeruk.
Melalui institusi Empresa Brasileira de Pesquisa Agropecuária (EMBRAPA), Brasil tak segan berinvestasi dalam penelitian untuk mendapatkan varietas tanaman yang tahan dan produktif di iklim tropis. Mereka giat menemukan inovasi teknologi yang lebih efisien untuk tanaman utama, seperti kedelai dan jagung. Selain itu, untuk berbagai jenis buah, sayuran, dan tanaman bahan baku bioenergi seperti tebu.
Ekspansi Lahan Baru
Untuk mendukung distribusi hasil ke pasar domestik dan internasional; infrastruktur jalan, pelabuhan dan sistem irigasi sangat pesat dibangun di Brasil. Kebijakan subsidi dan kredit murah untuk petani juga terus digelontorkan. Pelatihan diberikan dan insentif pajak diterapkan secara konsisten bagi siapa saja yang berinvestasi dalam peralatan dan teknologi baru, baik petani kecil maupun besar.
Baca Juga
Penerimaan dari PPh Badan Merosot, Indikasikan Perlambatan Aktivitas Ekonomi
Brasil juga membuka lahan baru di daerah Cerrado, yang sebelumnya dianggap tidak cocok untuk pertanian. Namun dengan menggunakan teknologi yang tepat, lahan ini kini menjadi salah satu wilayah pertanian paling produktif di Brasil. Proyek tersebut fokus pada peningkatan pertanian berkelanjutan, penerapan teknik rotasi tanaman, penggunaan pupuk organik, dan perlindungan hutan.
Kerja Sama Dagang
Tak hanya itu. Brasil agresif menjalin kerja sama perdagangan, sambil terus meningkatkan daya saing produk pertanian pangannya di pasar global.
Artinya, dengan kombinasi strategi dan program tepat dan dijalankan dengan konsisten, Brasil telah terbukti sukses menjadi salah satu negara eksportir produk pertanian pangan terbesar plus bikin rakyat sejahtera. Jadi, apa yang beda dengan Indonesia? ***
