RMKE Dorong Produktivitas Petani di Wilayah Operasi, Ini Langkahnya
JAKARTA, investortrust.id – Emiten jasa logistik batu bara PT RMK Energy Tbk (RMKE) menggulirkan program budidaya pertanian padi sawah seluas 178,5 Ha yang melibatkan sekitar 80 orang petani di sekitar wilayah operasional Perseroan.
Program ini dimulai dengan memberikan 2 unit mesin traktor serta peralatan lainnya untuk warga RT 025 dan RT 026 Selat Punai Kel. Pulokerto, Kec. Gandus, Kota Palembang.
Manajemen RMKE menyebut, program ini akan membantu meningkatkan produktivitas hasil panen per tahun, yang saat ini mencapai sekitar 5,3 ton per Ha menjadi target minimal 6 ton per Ha.Langkah ini diyakini mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal khususnya di sektor pertanian.
Baca Juga
Harum Energy (HRUM) Guyur Rp 4,68 Triliun ke Proyek Smelter Weda Bay
Tidak hanya bantuan mesin pertanian, program ini juga akan dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan terkait pengoperasian traktor pertanian, perhitungan biaya penggunaan traktor per hektarnya, termasuk manajemen pengelolaannya.
“Bantuan traktor ini adalah permulaan, Perusahaan akan melakukan pendampingan yang berkesinambungan, sehingga tidak menutup peluang akan adanya introduksi teknologi baru lainnya yang dapat diterapkan pada budidaya padi sawah,” papar Direktur Operasional RMKE, William Saputra dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu (18/10/2023).
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini merupakan salah satu komitmen perusahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi di wilayah operasional RMKE. “Tentunya ini akan dilakukan secara konsisten sehingga dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan kepada masyarakat sekitar, sehingga ke depannya masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi,” kata William.
Baca Juga
Dalam jangka panjang, RMKE berkomitmen terus bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang melalui UPTD Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gandus agar saling mendukung dalam program yang sedang dijalankan melalui PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) setempat.
Sementara itu, Robbi Habiburahman selaku PPL Wilayah Binaan Pulokerto menyampaikan, selain padi sawah, komoditas lainnya yang diusahakan masyarakat yaitu tanaman cabai, terung, dan sayuran lainnya, namun kondisi penanaman sayuran tersebut terbatas jumlahnya, memanfaatkan tersedianya air hujan.
Dikatakan, dengan adanya dukungan dari pelaku usaha dalam hal ini RMKE, potensi pengembangan komoditas pertanian dapat dioptimalkan dengan baik.
