Rachmat Gobel Gelorakan Edukasi Politik Bermoral
JAKARTA, investortrust.id – Ketua DPW Partai Nasdem Gorontalo, Rachmat Gobel menggelorakan edukasi mengenai politik bermoral di masa kampanye Pemilu 2024. Hal itu dilakukan Gobel dengan menyuarakan berbagai persoalan masyarakat, seperti bahaya money politics dalam setiap kampanye.
Tema-tema yang diangkat Gobel bukan tema yang seksi. Orasi Gobel juga tidak berteriak menggebu, mengumbar janji melangit atau mengkritik pihak lain. Namun, orasi politik yang disampaikan Gobel kerap menyedot perhatian massa karena selalu menggunakan ilustrasi yang sederhana dan diselingi kisah jenaka.
“Politik saya adalah politik pembangunan dan politik kesejahteraan. Saya datang membawa konsep dan visi,” kata Gobel dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga
Dalam setiap kampanyenya, Gobel rata-rata menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk berorasi. Pada Selasa (30/1/2024), kemarin, Gobel menghadiri Festival Pasar Pangan di Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Gorontalo. Karena kapasitanya sebagai anggota DPR, Gobel tidak berorasi dan tidak menggunakan atribut partai dalam kegiatannya itu.
Selanjutnya, Gobel berkampanye di wilayah yang dekat dengan perbatasan Sulawesi Tengah. Kampanye pertama di Desa Bulontio Barat, Kecamatan Sumalata dan dilanjutkan dengan kampanye di Desa Tolinggula Tengah, Kecamatan Tolinggula. Untuk menuju ke kawasan tersebut perlu usaha ekstra karena melalui jalan berbukit dengan rute berkelok tajam. Selain itu, jalanan berada di atas tebing dengan salah satu sisinya jurang menghadap ke laut.
Di kejauhan tampak laut dan pulau-pulau kecil, sementara di sisi-sisi lain terdapat bukit indah yang hijau. Kadang melewati sungai dengan air yang jenih berbatu-batu. Ladang jagung menjadi pemandangan yang elok di sepanjang perjalanan.
Salah satu faktor yang membuat massa tekun menyimak adalah karena faktor pesona pribadi dan karakter Rachmat Gobel serta ketokohan dan kepercayaan masyarakat terhadap keluarga Gobel. Selain bahaya money politics, Gobel kerap berbicara mengenai pembangunan sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, visi 2051, pembangunan pelabuhan internasional Anggrek, pembangunan pertanian dan kelautan, pengembangan kawasan ekonomi khusus pangan, dan sebagainya. Selain itu, Gobel juga selalu melaporkan kepada masyarakat mengenai sepak terjangnya sebagai anggota DPR sejak dilantik pada Oktober 2019. Semuanya tentang bagaimana agar Gorontalo terbebas dari kemiskinan dan menjadi sejahtera.
“Provinsi Gorontalo dibentuk agar mandiri, maju, dan sejahtera. Namun sejak berdiri tahun 2000 hingga sekarang Gorontalo selalu tertata rapi menjadi provinsi termiskin kelima di Indonesia. Ini karena salah urus dan tidak becus mengurusnya,” katanya.
Gobel menuturkan, banyak koleganya di Jepang yang mempertanyakan keputusannya terjun ke dunia politik pada 2017. Gobel mengaku langkahnya masuk gelanggang politik karena sudah takdir Tuhan. Apalagi, kata Gobel, sang ayah sebelum warga pernah berwasiat kepadanya untuk membangun Gorontalo.
"Cari uang di Jakarta, tetapi keuntungannya harus untuk Gorontalo. Saat itu usia saya masih 22 tahun, masih kuliah. Saya belum paham benar apa maksudnya. Kini, setelah saya masuk politik, saya menjadi paham. Dengan terjun ke politik, saya keliling ke pelosok-pelosok. Sejak 2019, sudah 500 sampai 600 titik yang saya kunjungi. Saya dihadapkan pada potret kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat Gorontalo. Sebagai anak tentu ingin membahagiakan orang tuanya. Namun kedua orang tua saya sudah tidak ada. Maka dengan mengamalkan wasiatnya, semoga orang tua saya bisa bahagia di sana. Cuma itu yang bisa saya lakukan. Semoga ini menjadi ibadah,” ungkapnya.
Baca Juga
Gobel memaparkan, mayoritas masyarakat Gorontalo merupakan petani dan nelayan. Tanah Gorontalo juga luas. Gobel kemudian melakukan uji coba menanam padi dan jagung. Hasilnya dua kali lipat lebih banyak daripada yang masyarakat tanam. Ia juga menguji coba menanam singkong. Hasilnya, satu batang mencapai 30 kilogram. Padahal, umumnya satu batang yang menghasilan 5 kg hingga 15 kg.
“Jadi tanah Gorontalo sangat subur. Petani bisa makmur jika dibuatkan ekosistemnya. Kasih bibit dan pupuk yang bagus. Jadi, APBD harus berpihak kepada petani dan nelayan. Bayangkan 1 hektare singkong bisa menghasilkan Rp 450 juta jika harga singkong Rp 1.500 per kg,” katanya.
Gobel menyimpulkan salah satu penyebab salah urus yang membuat Gorontalo menjadi salah satu provinsi termiskin adalah money politics. Masyarakat Gorontalo kerap menyebutnya sebagai politik mea-mea atau biu-biu.
“Money politics itu membeli suara. Ini tidak bertanggung jawab dan merusak masyarakat,” katanya.
Untuk itu, Gobel mengajak masyarakat untuk tidak memilih kandidat yang melakukan money politics.
“Kalau minta mea-mea, jangan ke saya dan jangan pilih saya. Jika ada yang kasih mea-mea, jangan pilih orang tersebut. Orang itu akan mengkhianati bapak dan ibu.”
Gobel juga menjelaskan bansos, sembako, dan bantuan langsung tunai merupakan hak rakyat dan dibeli dengan uang rakyat.
“Jadi itu hak bapak dan ibu,” katanya.
Ia juga menerangkan bansos, sembako, dan bantuan langsung tunai bukan solusi untuk melawan kemiskinan. Ditekankan, solusi mengatasi kemiskinan adalah dengan menciptakan lapangan kerja dan membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya.
"Bukan dengan bansos. Bansos, sembako, dan mea-mea itu kondisi darurat dan bersifat sementara. Itu seperti makanan yang manis-manis. Harus secukupnya saja, nanti menjadi macam-macam penyakit. Yang utama adalah ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Membangun itu harus dengan hati. Bukan dengan mea-mea,” tegas Gobel.
