Prabowo-Gibran Effect, Analis Sebut Rupiah Menguat
Reporter | Farhan Nugraha
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Analis rupiah Ibrahim Assuaibi menyambut positif hasil hitung cepat pemilu. Quick count tidah hanya menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin perolehan suara, namun berpeluang besar untuk memenangkan pilpres hanya dalam satu putaran.
Menurut Ibrahim, hasil quick count membuat pelaku pasar menjadi optimistis, sehingga berimbas pada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. "Dengan adanya quick count membuat rupiah mengalami penaikan tajam dalam pembukaan pasar. Pelaku pasar percaya terhadap quick count, sehingga wajar penguatannya 50 poin, meskipun tadi baru saja turun ke 23 poin karena dolar naik tajam, (rupiah) agak tergerus," ujarnya kepada Investortrust, Jakarta, Kamis (15/02/2024).
Penguatan Diperkirakan Berlanjut
Tidak hanya itu, Ibrahim juga memprediksi posisi rupiah akan kembali menguat pada penutupan sore hari nanti. "Prediksinya, [ada penutupan pasar nanti, rupiah menguat. Prabowo Gibran effect, rupiah menguat," sebutnya.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang ditransaksikan pada Kamis (15/02/2024) pagi dibuka menguat, kompak dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG langsung melesat begitu perdagangan dibuka di pagi hari di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah seluruh data lembaga survei mitra Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pasangan Prabowo-Gibran berpotensi menang satu putaran. Berdasarkan data yang diolah Litbang Investortrust.id hingga pukul 09.31 WIB, nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.578 per dolar AS. Rupiah ini menguat 0,31% dibanding pada hari sebelumnya Rp 15.632 per dolar AS.
