Prabowo Butuh Kekuatan NU untuk Bangun Bangsa
JAKARTA, investortrust.id - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku membutuhkan kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) untuk membangun bangsa. Prabowo menyatakan, membangun bangsa tidak bisa dilakukan oleh dirinya bersama wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka saja, tetapi membutuhkan kekuatan seluruh elemen masyarakat, termasuk NU.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya di acara halalbihalal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di kantor PBNU, Jakarta, Minggu (28;/4/2024).
"Alhamdulillah rakyat telah mengambil keputusan, rakyat telah memberi mandat nya kepada Prabowo dan Gibran tapi kami hanya tokoh, tidak mungkin hanya dua orang yang akan menyelesaikan bangsa," Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan kanal Youtube TVNU.
Baca Juga
Prabowo-Gibran Hadir di Halalbihalal PBNU, Gus Yahya: Keluarga NU
Tak hanya NU, Prabowo mengaku membutuhkan, kekuatan organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya. Terutama ormas Islam yang moderat.
"Kami merasa itu dan kami membutuhkan itu, di antaranya adalah kekuatan Nahdatul Ulama, kekuatan ormas-ormas Islam yang moderat, kekuatan-kekuatan Islam yang inklusif, kekuatan-kekuatan Islam yang rahmatan Lil alamin, kekuatan-kekuatan Islam yang tidak punya rasa rendah diri punya kepercayaan besar," kata Menteri Pertahanan (Menhan) ini.
Prabowo juga mengatakan membutuhkan kekuatan dari ormas agama lain untuk membangun Indonesia. Prabowo memastikan merangkul berbagai ormas keagamaan untuk saling bergotong royong membangun Indonesia.
"Karena itu dengan dukungan kekuatan-kekuatan ini juga dari kekuatan-kekuatan unsur-unsur lain, unsur nasrani, usnur Hindur unsur Budha, unsur semua kelompok di Indonesia kita bersama-sama akan menjaga keselamatan bangsa," katanya.
Baca Juga
Beredar Susunan Kabinet, Gerindra: Bukan dari Prabowo dan Tim
Prabowo menyatakan dirinya bersama Gibran maju dan terpilih sebagai presiden dan wapres di Pilpres 2024 karena dukungan berbagai tokoh. Untuk itu, Prabowo akan mengajak para tokoh untuk bersama-sama membangun bangsa.
"Kami maju dengan kesadaran bahwa kami didukung oleh suatu kumpulan tokoh, tokoh kumpulan kekuatan yang sangat besar," ujar Prabowo.
