PGEO Raih Pendapatan Kredit Karbon Rp 11,6 Miliar, Bagaimana Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tercatat mulai meraih pendapatan kredit karbon Rp 11,6 miliar. Setelah melakukan kerja sama dengan Kenya, anak perusahaan Pertamina ini juga melirik perluasan pengembangan bisnis panas bumi di Turki. Lalu, bagaimana prospek sahamnya di mata analis?
“Kami merekomendasikan PGEO spec buy, dengan support Rp 1.365 dan cut loss jika break di bawah Rp 1.325. Jika tidak break di bawah Rp 1.365, potensi naik ke Rp 1.445-1.485 short term,” kata Retail Research Team Leader CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Mino dalam keterangan, Jakarta, Selasa (31/10/2023).
Baca Juga
Laba Lampaui Estimasi, Saham Autopedia (ASLC) Ditargetkan ke Level Ini
Rekomendasi Saham Lain
Selain PGEO, perusahaan sekuritas asal negeri jiran Malaysia itu merekomendasikan sejumlah saham lain, yakni Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Bank Mandiri (BMRI), Barito Renewables Energy (BREN), Ciputra Development (CTRA), dan Astra International (ASII). Berikut rincian rekomendasinya.
HMSP
Spec buy dengan support Rp 895, cut loss jika break di bawah Rp 870. Jika tidak break di bawah Rp 895, potensi naik ke Rp 945-970 short term.
BMRI
Spec buy dengan support Rp 5.650, cut loss jika break di bawah Rp 5.575. Jika tidak break di bawah Rp 5.650, potensi naik ke Rp 5.800-5.875 short term.
Baca Juga
BREN
Spec buy dengan support Rp 4.300, cut loss jika break di bawah Rp 4.100. Jika tidak break di bawah Rp 4.300, potensi naik ke Rp 4.700-4.900 short term.
CTRA
Spec buy dengan support Rp 1.045, cut loss jika break di bawah Rp 1.025. Jika tidak break di bawah Rp 1.045, potensi naik ke Rp 1.085-1.105 short term.
ASII
Spec buy dengan support Rp 5.725, cut loss jika break di bawah Rp 5.650. Jika tidak break di bawah Rp 5.725, potensi naik ke Rp 5.875-5.950 short term.
(Disclaimer on)
