Pergerakan Bitcoin Terus Menguat, Target Tembus US$ 70.000
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) mengakhiri minggu lalu dengan kenaikan signifikan sebesar 11,36%, mencapai harga US$ 67.654. Dengan perpanjangan kemenangan beruntun selama delapan hari berturut-turut, para pelaku pasar kripto semakin optimis bahwa BTC akan segera menembus angka psikologis US$ 70.000.
Pada hari Senin (22/7/2024) dini hari, harga Bitcoin sempat mengalami gejolak ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, mengumumkan bahwa ia mengundurkan diri dari pencalonan presiden tahun 2024. Pengumuman ini menyebabkan BTC turun dari US$ 67.453 menjadi US$ 65.884 dalam sekejap, sebelum akhirnya pulih dan kembali menembus level US$ 68.000.
Komunitas kripto bereaksi positif terhadap berita ini karena Joe Biden selama ini dikenal mendukung sikap anti-kripto yang dipimpin oleh Senator Elizabeth Warren dan Ketua SEC, Gary Gensler. Penarikan diri Biden dari pencalonan bisa menandakan adanya perubahan sikap yang lebih positif terhadap kripto dan aset digital di AS.
Di tengah dinamika politik ini, Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, investor juga perlu memperhatikan perkembangan terkait Mt. Gox. Minggu ini, Kraken dapat mulai mendanai dompet kreditur dengan BTC dari keruntuhan Mt. Gox. Pada tanggal 16 Juli, Mt. Gox mengirimkan 48.641 BTC ke Kraken, yang kemudian akan mulai mengkredit dompet kreditur dalam 7-14 hari.
Baca Juga
Risiko kelebihan pasokan BTC menjadi perhatian utama, dengan lebih dari 141.000 BTC direncanakan akan dikembalikan kepada kreditornya. Banyak yang memperkirakan para kreditor Mt Gox akan menjual BTC mereka untuk mengunci keuntungan besar, mengingat harga BTC pada saat Mt Gox kolaps di Februari 2014 berada di bawah US$ 600.
Pasar kripto juga memantau dengan seksama tren arus ETF BTC-spot di AS. Proses pembayaran kembali kreditur Mt. Gox kemungkinan akan mempengaruhi permintaan BTC, bersama dengan faktor makroekonomi lainnya yang akan membentuk sentimen pasar dalam minggu ini.
Salah satu faktor ekonomi yang akan mempengaruhi pasar kripto adalah data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal kedua. PDB diperkirakan tumbuh sebesar 1,9%, naik dari 1,4% pada periode sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi yang kuat dapat memberikan dampak positif pada ruang mata uang kripto global.
Selain itu, data Inflasi PCE AS yang akan dirilis minggu ini akan menjadi fokus utama bagi para investor. Penurunan data CPI AS baru-baru ini menunjukkan sikap dovish dari Federal Reserve, namun data PCE yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memberikan tekanan pada pasar kripto.
Konferensi Bitcoin
Konferensi Bitcoin pada minggu ini, tanggal 25-27 Juli mendatang diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada lanskap kripto. Donald Trump dijadwalkan berpidato di acara tersebut, yang memicu spekulasi bahwa ia mungkin akan mengumumkan Bitcoin sebagai aset cadangan bagi AS. Para ahli percaya bahwa konferensi tersebut dapat menjadi katalisator yang berpotensi menaikkan harga Bitcoin serta memperkuat sentimen positif di pasar kripto.
Selain itu, potensi persetujuan ETF Ethereum oleh SEC AS juga dinantikan oleh banyak pihak. Jika disetujui, ETF Ethereum diperkirakan akan mulai diperdagangkan pada tanggal 23 Juli, yang bisa memicu reli di sektor kripto dan menandai tonggak penting bagi peningkatan minat dan kepercayaan institusional terhadap Ethereum.
Dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar kripto, prospek Bitcoin dan aset digital lainnya tetap optimis. Namun, pasar kripto juga memiliki sifat yang sangat fluktuatif. Oleh karena itu, investor harus melakukan uji tuntas dan mempertimbangkan semua faktor sebelum membuat keputusan investasi.
Crypto Fear & Greed Index juga menunjukkan penguatan ke zona "Greed" dengan 70 poin pada Senin (22/7/2024). Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar kripto secara keseluruhan berada dalam keadaan optimis yang tinggi. Lonjakan ke zona "Greed" ini sering kali menunjukkan bahwa investor memiliki rasa percaya diri yang kuat dan bersedia mengambil risiko lebih besar, yang dapat berkontribusi pada potensi kenaikan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Baca Juga
Mau Mining Kripto? Ini 3 Koin yang Dinilai Bagus untuk Ditambang di 2024
Analisis Bitcoin
Bitcoin (BTC) saat ini melayang nyaman di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari dan 200 hari, mengonfirmasi tren harga bullish. Harga BTC yang stabil di atas EMA ini menunjukkan kekuatan pasar dan minat beli yang terus meningkat.
Jika BTC berhasil bergerak di atas level resistensi US$ 69.000, ini bisa menjadi sinyal kuat untuk pengembalian ke US$ 70.000. Jika tercapai, harga tertinggi sepanjang masa di Maret 2024 sebesar US$ 73.808 bisa kembali dimainkan, menciptakan potensi kenaikan signifikan bagi para investor. Reli BTC menghadapi resistensi besar di US$ 70.250. Melampaui level ini dapat memicu reli pasca-breakout ke US$ 80.000 atau bahkan lebih tinggi.
Meskipun prospek bullish, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Politik AS, tren arus pasar ETF BTC-spot, dan pembaruan terkait Mt. Gox adalah elemen-elemen yang dapat mempengaruhi pergerakan harga BTC. Investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan berita-berita terbaru yang dapat memengaruhi sentimen pasar.
