Penurunan Yield Obligasi AS Dongkrak Harga Emas
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas menguat pada hari Rabu (5/06/2024), antara lain dipicu penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Data penggajian swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada akhir tahun ini, sehingga menekan pasar obligasi.
Baca Juga
Emas Tertekan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga, Bagaimana Laju Harganya Hari Ini?
Harga emas di pasar spot naik 1,1% pada $2,353.90 per ons, setelah turun 1% di sesi sebelumnya. Emas berjangka AS naik 1,1% menjadi $2,374.10.
Imbal hasil Treasury AS turun ke level terendah sejak 5 April setelah data menunjukkan gaji swasta AS meningkat kurang dari perkiraan pada bulan Mei. “Rendahnya jumlah tenaga kerja menambah kekhawatiran bahwa The Fed mungkin harus menurunkan suku bunganya sebelum akhir tahun, sehingga meningkatkan daya tarik emas,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures seperti dilansir CNBC. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Menurut CME FedWatch Tool, para trader sekarang melihat peluang penurunan suku bunga Fed pada bulan September sebesar 67%, dibandingkan di bawah 50% pada minggu lalu.
Laporan ekonomi penting AS lainnya, termasuk data jasa ISM yang dirilis pada pukul 14.00 GMT (14.00 WIB) dan laporan non-farm payrolls yang dijadwalkan pada hari Jumat, akan berpotensi mempengaruhi harga emas, kata para analis.
“Jika angka NFP naik maka jadwal penurunan suku bunga pertama akan kembali ke bulan November, sementara jika angkanya turun maka bulan September akan menjadi bulan yang disukai untuk mengambil tindakan potensial dari The Fed,” tulis Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade, dalam sebuah catatan.
Dari segi fisik, pembelian bersih emas oleh bank sentral global naik menjadi 33 metrik ton pada bulan April dari revisi pembelian bersih sebesar 3 ton pada bulan Maret, kata Dewan Emas Dunia (WGC), menandakan minat sektor ini terhadap logam tersebut tetap kuat meskipun harga tinggi.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Turun, Pasar Cermati Data Ketenagakerjaan ADP
