Penjualan Mobil Listrik Mei 2024 Meroket 39,91%, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil listrik pada Mei 2024 melesat 39,91% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Gaikindo mencatat 6.033 unit mobil listrik berhasil terjual sepanjang Mei 2024. Angka tersebut melesat dari pencapaian periode sama tahun lalu hanya 4.312 unit mobil listrik.
Perinciannya, mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) terjual 2.010 unit pada Mei 2024. Angka tersebut naik 28,84% (YoY), dibandingkan Mei 2023.
Baca Juga
Rekomendasi Izin Impor Diteken, BYD Siap Kirimkan Mobil Listrik ke Konsumen Indonesia
Berikutnya teknologi hibrida atau hybrid berhasil terjual sebanyak 4.010 unit. Angka tersebut naik 46,08% (YoY) dari 2.745 unit pada tahun sebelumnya.
Sementara untuk plug-in hybrid (PHEV) terjual sebanyak 13 unit. Walaupun sedikit dibandingkan mobil listrik berteknologi lainya, angka tersebut naik 85,71% (YoY) dari 7 unit pada Mei 2023.
Apabila melihat data secara year-to-date (YtD), penjualan mobil listrik mencapai 28.131 unit sepanjang Januari–Mei 2024 atau naik 66,39% dari 16.906 unit pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut berkontribusi 8,39% dari keseluruhan penjualan mobil di Tanah Air sebanyak 334.969 unit sepanjang Januari–Mei 2024.
Menurut Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, penjualan mobil listrik di Tanah Air melejit, karena makin banyak pilihan merek dan model di pasaran. Hal ini yang membuat konsumen mulai beralih ke mobil listrik yang diklaim jauh lebih efisien, dibandingkan mobil konvensional dengan bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga
Bertemu Wamenlu Jepang, Mendag Zulhas Tagih Kerja Sama Mobil Listrik
“Pilihan makin banyak , harga makin terjangkau. Jadi angka penjualan BEV juga meningkat,” katanya ketika dihubungi oleh Investortrust, dikutip Sabtu (15/6/2024).
Jongkie memproyeksi angka tersebut akan terus tumbuh seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Namun, kesadaran tersebut juga harus didorong dengan pembangunan infrastruktur pendukung, yakni Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di banyak tempat.
“Infrastruktur atau charging station ini masih harus diperbanyak sehingga masyarakat lebih yakin lagi,” ujarnya.
Kemudian, tidak dapat dipungkiri jika masih tingginya harga mobil listrik membuat masyarakat urung beralih daei mobil konvensional. Harapannya, seiring dengan kehadiran investasi pabrik mobil listrik di dalam negeri, harga mobil tersebut bisa lebih terjangkau.
“Tidak hanya di infrastruktur pendukung, yang utama adalah harga yang terjangkau,” tegasnya.
Baca Juga
Sebelumnya, International Energy Agency (IEA) melalui Laporan Global EV Outlook IEA dikutip Sabtu (15/5/2024) menunjukkan lebih dari satu dari lima mobil terjual di seluruh dunia akan berupa mobil listrik pada 2024. Penjualan mobil listrik diperkirakan mencapai 17 juta unit hingga akhir tahun ini.
IEA menilai kunci utama pertumbuhan berkesinambungan penjualan mobil listrik terletak pada harga yang terjangkau dan ketersediaan SPKLU. Berbagai investasi dan dukungan kebijakan diharapkan bisa menurunkan harga mobil listrik sekaligus perkembangan teknologi baterai.
Kecepatan transisi ke mobil listrik, menurut IEA juga berubah-ubah dan bergantung kepada keterjangkauan harga.
