Penghimpunan Devisa Hasil Ekspor BNI Melonjak 66%
JAKARTA, investortrust.id -- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menghimpun Devisa Hasil Ekspor (DHE) tumbuh 66% pada Agustus 2023, dibandingkan Juni 2023.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menjelaskan, total DHE yang berhasil dihimpun perseroan dalam berbagai bentuk seperti deposito, escrow, giro, tabungan, dan term deposit valas.
"Pada tahap awal ini, kami melihat minat dari para eksportir untuk menggunakan produk perbankan dalam negeri, seperti penjaminan hingga cash collateral credit semakin baik, sehingga kedepannya akan menjadi layanan yang dapat kami perkuat," ujar Royke dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).
Menurut Royke, capaian kinerja tersebut merupakan bentuk komitmen perseroan sebagai Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang proaktif mendukung berbagai program go global pemerintah, khususnya menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.
Lanjutnya, perseroan telah memiliki produk trade finance yang dimodifikasi lebih baik lagi, terutama dalam menarik penempatan DHE dalam negeri dengan lebih kuat, yang diperkuat dengan program special pricing dan pendampingan penerbitan dokumen instrumen perdagangan global.
Selanjutnya, perseroan memiliki produk FX swap untuk memenuhi kebutuhan likuiditas rupiah dari pemilik reksa valuta asing (valas).
Baca Juga
Inilah Faktor Positif yang Bikin Analis Merekomendasi Beli BBNI
"Skema pertukaran valas menjadi rupiah ini memiliki jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan kewajiban pelaporannya. Produk ini menawarkan biaya yang lebih ringan dan jangka waktu transaksi yang lebih fleksibel bagi nasabah eksportir," ujar Royke.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan kebijakan yang mewajibkan minimal 30% DHE ditempatkan dalam sistem keuangan Indonesia selama minimal tiga bulan, yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2023, dan berlaku untuk barang-barang ekspor dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan/atau pengolahan Sumber Daya Alam (SDA). (ant)
Baca Juga
