Pendiri Tokopedia Jual Saham GOTO, Tak Ada Kaitan dengan Fundamental
JAKARTA, Investortrust.id– Penjualan sebanyak 332,22 juta saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) oleh pendiri e-commerce Tokopedia William Tanuwijaya dinilai tidak merepresentasikan prospek saham GOTO ke depan.
Aksi penjualan saham oleh William Tanuwijaya sempat memicu perbincangan hangat dalam berbagai platform media sosial pekan lalu, seperti Whatsapp Group, Telegram dan platform social media, netizen berupaya menafsirkan aksi penjualan saham ini.
Pertama, William hanya menjual sebagian kecil kepemilikannya untuk keperluan pribadi yang mendesak. Komisaris GOTO itu hanya melepas 330 juta saham dari total kepemilikanlebih dari 20 miliar saham GOTO.
Meski melepas 330 juta saham, William tetap tercatat sebagai pemegang saham individu terbesar GOTO, dibandingkan koleganya yang mendudukui posisi di dewan direksi dan komisaris perseroan.
Kedua, William menjual saham GOTO dengan harga pelaksanaan Rp78 per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp26,2 miliar. Jika tujuannya cari keuntungan atau exit strategy, William sudah menjual saham GOTO saat harganya tinggi, seperti level Rp142 saat harga saham GOTO menyentuh auto rejection atas (ARA) ketika masuk dalam daftar Morgan Stanley Composite Indeks (MSCI).
Penjualan saham oleh pendiri, komisaris, hingga direksi merupakan hal yang lumrah dalam pasar modal. Contohnya, direksi dan komisaris BBCA, BYAN, ADRO atau emiten bagus lainnya kerap menjual dan membeli saham yang dipimpinnya. Aksi tersebut umumnya untuk urusan pribadi dan tidak berkaitan dengan sikap pesimistis terhadap yang dipimpinnya.
Sebelum William menjual sebagian kecil kepemilikannya, CEO GOTO Patrick Walujo dan Direktur GOTO Pablo Malay bahkan tercatat pernah membeli saham GOTO di harga Rp90 dan Rp85 pada Agustus lalu. Nilai pembeliannya sudah berada di bawah harga penutupan saham GOTO akhir pekan lalu level Rp67 per saham.
Terkait penjualan saham tersebut, Head of Research Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya mengatakan, penjualan saham oleh komisaris dan direksi merupakan hal yang lumrah di industri pasar modal, baik pada emiten berskala besar maupun yang relatif kecil.
Apalagi, terang dia, William hanya menjual saham seri A. Sebagaiman diketahui William menjadi pemengag saham GOTO untuk seri A dan seri B. “Saham yang dijual adalah seri A yang juga dimiliki oleh publik, bukan saham seri B yang memiliki multiple voting power dan terkena lock up. Sehingga penjualan tersebut layaknya investor public menjual saham saja” jelas Cheryl.
