Pendapatan PGAS Naik 2,5%, Tapi Laba Turun 39% Jadi US$ 145 Juta
JAKARTA, investortrust.id- Paruh pertama tahun 2023 ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan laba bersih US$ 145,32 juta. Meski laba US$ 145,32 juta itu angka besar, namun disbanding paruh pertama tahun lalu justru terjadi pentunan hingga 39%. Pada Juni 2022, anggota subholding gas bumi di bawah Pertamina (Persero) ini mencetak laba hingga US$ 238,56 juta.
Penurunan laba terjadi saat pendapatan PGAS justru masih tumbuh 2,5% yoymenjadi US$ 1,78 miliar. Pada Juni tahun lalu pendapatan PGAS tercatat US$ 1,74 miliar. Demikian data yang diperoleh dai laporan PGAS ke Bursa Efek Indonesia, Sabtu (2/9/2023).
Segmen bisnis niaga dan transmisi menjadi kontributor terbesar pendapatan PGAS. Nenilai kontribusinya mencapai US$ 1,56 miliar selama semester I-2023.
Baca Juga
Siap-siap! Indo Tambangraya (ITMG) Bagikan Dividen Interim Jumbo, Cek Tanggal Ini
Sedangkan segmen eksplorasi dan produksi minyak dan gas (migas) memberi kontribusi sebesar US$ 218,78 juta, disusul segmen operasi lainnya berkontribusi US$ 175,26 juta.
PGAS mencatat peningkatan biaya provisi untuk penyesuaian Harga Pembelian Gas Bumi Tertentu (HGBT) 208,33 juta dolar AS selama paruh pertama 2023. Dengan demikian, terjadi peningkatan hingga 20% dibandingkan posisi Juni tahun lalu sebesar US$ 172,91 juta.
Berdasarkan kebijakan manajemen PGAS, provisi tersebut akan dicadangkan secara berkala berdasarkan estimasi. Kebijakan ini memperhitungkan penambahan unutilised gas volume, yaitu gas yang dibeli oleh Grup Pertamina dari para pemasok.
Baca Juga
Dear Investor: Jangan Terusik September Effect, Pantau Saham Blue Chip Murah untuk Bulan Ini
Pembelian menggunakan harga khusus yang telah ditentukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pelanggan tertentu. Meski demikian, penyaluran disasarkan pada para pelanggan yang tidak mendapatkan alokasi dan harga khusus.
Mengacu pada perolehan laba bersih, maka laba bersih per saham dasar PGAS pada semester I-2023 sebesar US$ 0,006. Sedangkan laba bersih per saham pada Juni tahun lalu sebesar US$ 0,010 per saham.
Sedangkan posisi aset emiten yang kerap disebut PGN ini per Juni 2023 mencapai US$ 6,93 miliar. Bandingkan dengan posisi Juni 2022 sebesar US$ 7,19 miliar.
Baca Juga
Kisah Lo Kheng Hong: Bermula dari Klerek Bank, Menjelma Jadi Investor Tajir
