Pencatatan Obligasi dan Sukuk di BEI Capai Rp 459,82 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Penerbitan surat utang tetap jadi pilihan korporasi sebagai alteratif pembiyaan, di tengah tingginya biaya dana dari perbankan seiring kenaikan suku bunga.
Faktanya, pencatatan surat utang obligasi maupun sukuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak pernah kosong. Setiap pekan ada saja perusahaan yang mencatatkan surat utang baru.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmadi, memaparkan, saat ini BEI mencatat total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 537 emisi dari 127 emiten, dengan outstanding Rp 459,82 triliun dan US$ 69,05 juta.
Baca Juga
10 Saham Ini Turun Dalam Sepekan, Saham MARI Paling “Boncos”
Sementara dalam sepekan terakhir, terdapat 2 pencatatan surat utang baru, yaitu, Obligasi Berkelanjutan VII Sarana Multigriya Finansial Tahap II Tahun 2023 resmi dicatatkan pada Senin (23/10/2023).
Obligasi tadi dicatatkan dengan nilai Rp2,778 triliun. dan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAAA (Triple A).
Sedangkan pada penutupan pekan ini, Jumat (27/10/2023), Obligasi Berkelanjutan VI ASDF Tahap II Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Astra Sedaya Finance (ASDF) dicatatkan di BEI dengan nilai Rp 1 triliun, dan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) adalah idAAA (Triple A).
Baca Juga
Bos Schroder Sebut Pemodal Institusi Fokus pada Faktor 3D, Apa Itu?
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat untuk kedua obligasi tersebut “Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2023 adalah 97 emisi dari 57 emiten senilai Rp108,90 triliun,” urainya, dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (28/10/2023).
Sementara untuk Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI saat ini berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp 5.536,74 triliun dan US$ 486,11 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 9 emisi senilai Rp 2,94 triliun.
