Pegadaian Cetak Kenaikan Laba 35,52%, Jadi Rp 3,2 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – PTPegadaian mencetak kinerja positif hingga kuartal ketiga tahun 2023, dengan mencetak laba bersih tumbuh sebesar 35,52% year on year dari Rp2,4 triliun menjadi Rp. 3,2 triliun. Sementara itu aset juga bertumbuh sebesar 16,33% year on yeardari Rp 69,4 triliun menjadi Rp 80,7 triliun.
Disampaikan Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, pertumbuhan kinerja Perusahaan turut didorong oleh peningkatan jumlah nasabah Pegadaian sebesar 10,88% dari 21,2 juta nasabah di September 2022 menjadi 23,5 juta nasabah di September 2023 dan penyaluran pinjaman (omzet) pembiayaan tumbuh 14,81% dari Rp 130,6 triliun naik menjadi Rp 150,0 triliun. Di sisi lain Outstanding Loan (OSL) Gross yangmerupakan komponen penyumbang terbesar untuk aset bertumbuh sebesar 17,28% yoy dari Rp55,9 triliun menjadi Rp65,6 triliun.
Baca Juga
Pegadaian Datang, Market Value Liga 2 Indonesia Tembus Rp 538 Miliar
Damar Latri Setiawan juga menyampaikan bahwa pencapaian tersebut turut dihasilkan dari kinerja Holding Ultra Mikro.
“Melalui holding BUMN Ultra Mikro, Pegadaian berhasil mendorong bisnis pembiayaan mikro lewat produk gadai maupun investasi lewat produk non-gadai. Bersama BRI dan PNM, Pegadaian bersatu untuk mengembangkan UMKM, dengan menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) BRI untuk mendukung UMKM Indonesia naik kelas”, ujar Damar dalam pernyataan tertulisnya yang diterima, Rabu (11/10/2023).
Menurut Damar, transformasi dan kerja keras Insan Pegadaian tidak luput dari peran berbagai pihak terutama Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara periode 2019-2024. Ide menyatukan BRI, Pegadaian dan PNM menjadi Holding Ultra Mikro adalah bukti nyata keberpihakan BUMN terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terobosan Erick ini terbukti mampu meningkatkan akselerasi dalam pengembangan UMKM di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Dirut Pegadaian Ikut-ikutan Nimbrung soal Liga 2, Kenapa tuh?
Berikutnya melalui ekosistem emas, Pegadaian berusaha hadir di tengah masyarakat, dan tidak henti memberikan literasi terkait investasi. Salah satunya lewat produk Cicil Emas dan Tabungan Emas Pegadaian yang tahan inflasi.
Tidak hanya memfasilitasi pembiayaan produktif, namun pinjaman konsumtif seperti fitur baru Pembiayaan WIsata Religi, Multiguna Wisata hingga pembiayaan kendaraan listrik yang dapat dinikmati oleh seluruh Sahabat Pegadaian.
Pegadaian juga telah meluncurkan produk pembiayaan porsi Haji, untuk membantu mewujudkan niat masyarakat dalam menunaikan rukun islam ke-5 dengan cara mudah mendapatkan kepastian tahun keberangkatan haji pada awal pengajuan. Hal ini membuktikan bahwa Pegadaian bukan lagi hanya menjadi tujuan tempat gadai, namun sudah banyak lini bisnis dan produk yang dikembangkan agar dapat dinikmati masyarakat secara luas.
