Mulai 21 Desember Binance USD (BUSD) Delisting di Indodax
JAKARTA, Investortrust.id – Para pegiat kripto yang menggunakan platform perdagangan domestik, khususnya di platform marketplace kripto Indodax, mulai 21 Desember tak lagi bisa melakukan transaksi untuk aset BUSD di Indodax.
Manajemen marketplace kripto Indodax memutuskan untuk melakukan delisting BUSD pada Kamis, 21 Desember 2023 pukul 14.00 WIB.
Binance USD, atau juga dikenal dengan BUSD, adalah stable coin yang dilansir perusahaan perdagangan kripto Binance dan perusahaan blockchain Paxos Trust. Sama halnya dengan rivalnya USDC dan tether (USDT), stable coin BUSD berupaya menjaga nilainya sesuai dengan nilai 1 US$, lewat dukungan cadangan mata uang fiatnya.
Baca Juga
Indodax Punya Jualan Kripto Baru, Illuvium (ILV) dan SuperVerse (SUPER)
Berikutnya Indodax mengeluarkan pengumuman kepada para pemilik aset BUSD, BUSD/IDR tidak dapat diperjual-beli kan mulai 21 Desember 2023 pukul 14.00 WIB.
“Kami menyarankan para member Indodax untuk dapat memindahkan aset BUSD yang dimiliki,” demikian pengumuman yang disampaikan lewat surel, Jumat (8/12/2023).
“Apabila member Indodax masih memiliki aset BUSD setelah Kamis, 21 December 2023 pukul 14.00, maka aset tersebut akan tetap tersimpan di Indodax, namun hanya bisa dipindahkan ke Wallet lain dalam jaringan BEP20 hingga pengumuman selanjutnya,” sambung pengumuman tersebut.
“Sebagai crypto exchange yang aman dan terpercaya di Indonesia, Indodax selalu berkomitmen untuk menyediakan aset kripto berkualitas untuk diperdagangkan,” tutup pengumuman tersebut.
Baca Juga
CEO Binance Didakwa Cuci Uang, Aksi Penarikan Dana Capai Rp15,59 T
Seperti diberitakan, pada pertengahan November 2023 lalu, pimpinan perusahaan platform perdagangan mata uang kripto Binance, Changpeng Zhao telah mengundurkan diri pada Selasa (21/11/2023) dan mengaku bersalah pada di hadapan Departemen Kehakiman.Sehari setelah pengunduran dirinya, terjadi aksi penarikan dana besar-besaran nasabah dari platform Binance hingga mencapai lebih dari US$1 miliar (setara dengan Rp15,59 triliun dengan kurs Rp15.592 per dolar AS). Penarikan sebesar itu terjadi dalam 24 jam terakhir, kendati tidak termasuk aset utama bitcoin.
Disampaikan perusahaan penyedia data blockchain Kaiko yang dikutip CNBC.com, likuiditas Binance juga melorot 25% dalam periode waktu yang sama, karena market maker menarik posisi mereka.
Penarikan aset secara signifikan ini mirip dengan apa yang terjadi sebelumnya ketika bursa dan pendirinya dijerat dengan 13 pelanggaran sekuritas oleh SEC.
