Momentum Hari Buruh: Karyawan Harus Jadi Target Utama Program CSR
JAKARTA, investortrust.id - Praktisi corporate social responsibility (CSR) dan environmental, social, and governance (ESG), Rio Zakarias menegaskan, peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) hari ini harus dijadikan momentum untuk menjadikan karyawan sebagai target utama program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Karyawan harus menjadi prioritas utama penerima manfaat sebelum program CSR dialihkan kepada pihak eksternal, seperti masyarakat atau konsumen,” ujar Rio dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id di Jakarta, Rabu (1/5/2024).
Baca Juga
Keniscayaan Pertumbuhan Ekonomi 7%: Penguatan Program CSR Kunci Keberhasilan
Menurut Rio Zakarias, untuk menjadikan karyawan sebagai target utama program CSR, perusahaan dapat menempuh berbagai hal, seperti memberikan pelatihan, menyiapkan ruang kerja yang aman dan nyaman, menyediakan beasiswa bagi karyawan dan keluarganya, serta meningkatkan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
Founder Socialimpact.ID itu menjelaskan, perusahaan bukan hanya berperan sebagai entitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat.
“Karena itu, tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman, adil, dan menghormati hak-hak dasar pekerja sangat penting, terutama pada momen penting seperti peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei," tandas dia.
Rio Zakarias menyoroti pentingnya korporasi mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam praktik bisnis mereka sebagai landasan yang kuat untuk menjamin keberlanjutan sosial dan kesejahteraan karyawan.
"Dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik, perusahaan dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya," tutur dia.
Baca Juga
Tingkatkan Kapasitas Nasional Sektor Migas, BUMN Komitmen Optimalkan CSR
Rio juga menekankan perlunya melibatkan karyawan dalam berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka. Pelatihan karyawan merupakan bagian integral dari upaya membangun lingkungan kerja yang inklusif dan adil.
“Langkah ini bukan hanya dapat mendukung kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sosial yang lebih luas,” tegas dia.
Rio Zakarias mengungkapkan, selain menciptakan dampak positif bagi karyawan, praktik CSR yang berorientasi internal perusahaan mampu memperkuat hubungan manajemen dengan tenaga kerja, serta hubungan perusahaan dan karyawan dengan masyarakat.
