Mensek dan JP Morgan Teratas, Ini Jajaran Top 10 Broker Saham Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – PT Mandiri Sekuritas (Mansek) merebut posisi teratas anggota bursa atau broker dengan nilai transaksi paling jumbo sepekan terakhir.
Anak usaha Bank Mandiri tersebut tercatat menghimpun nilai transaksi Rp 8,94 triliun selama periode 19 – 23 Februari 2024. Frekuensi transaksi yang dilakukan oleh broker dengan kode CC tersebut sebesar 774 juta dengan volume saham 11,27 miliar.
Posisi kedua milik PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dengan menghimpun nilai transaksi Rp 8,32 triliun. Angka tersebut mencerminkan 8,20% dari nilai transaksi BEI selama sepakan.
PT Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) bertengger di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp 8,17 triliun, sekitar 8,06% dari total transaksi dan volume perdagangan sebanyak 7,21 miliar saham.
Baca Juga
PT UBS Sekuritas Indonesia (AK) harus puas berada di posisi keempat pekan ini, dengan nilai transaksi Rp 7,99 triliun, dan volume sebesar 6,09 miliar saham.
Broker asal negeri jiran lainnya yaitu PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU) diposisi keempat, dengan mencatat nilai transaksi Rp 6,56 triliun, serta volume perdagangan sebanyak 6,25 miliar saham.
Dibawahnya merupakan broker asal Korea Selatan, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) yang mencatat nilai transaksi 5,38 triliun, dengan frekuensi 1,20 miliar kali transaksi dan volume 13,15 miliar saham. YP sekaligus menjadi broker dengan volume dan frekuensi transaksi terbesar pekan ini.
Posisi ketujuh milik PT CLSA Sekuritas (KZ) dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,81 triliun atau menguasai pangsa pasar 3,76% dari total transaksi di BEI sepakan terakhir.
Kali ini PT Macquarie Sekuritas Indonesia (RX) berada di posisi delapan dengan nilai transaksi Rp 3,42 triliun. Kemudian posisi sembilan ditempati broker lokal PT Indo Premier Sekuritas (PD) dengan nilai transaksi Rp 3,33 triliun.
Posisi kesepuluh, masing diduduki oleh PT KB Valbury Sekuritas (CP) yang menghimpun transaksi senilai Rp 2,46 triliun selama sepekan.
Baca Juga
Bertumbuh, Hexindo Adiperkasa (HEXA) Cetak Laba US$ 43,85 Juta
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama periode tanggal 19 sampai dengan 23 Februari 2024, mayoritas indikator perdagangan ditutup menurun.
Angka kapitalisasi pasar turun sebesar 0,27% dari Rp 11.603,01 triliun pada sepekan sebelumnya menjadi Rp 11.572,22 triliun pada penutupan pekan ini.
Penurunan kapitalisasi pasar sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sepekaj terakhir mengalami pelemahan sebesar 0,55%, ditutup berada pada posisi 7.295,095 dari 7.335,545 pada penutupan pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, rata-rata frekuensi transaksi harian saham juga turut mengalami penurunan sebesar 2,01% menjadi 1.268.643 kali transaksi dari 1.294.615 kali transaksi pada sepekan lalu.
“Sementara rata-rata volume transaksi harian saham mengalami perubahan sebesar 13,08% selama sepekan, menjadi 15,406 miliar lembar saham dari 17,723 miliar lembar saham pada sepekan lalu,” imbuh Kautsar dalam keterangan yang dikutip, Minggu (25/02/2024).
Adapun rata-rata nilai transaksi harian saham mengalami perubahan yaitu sebesar 26,56% menjadi Rp10,15 triliun dari Rp13,82 triliun pada sepekan yang lalu.
