Menko Perekonomian: Pemilu Aman, Harga Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimisits Indonesia akan mengalami tingkat inflasi yang relatif rendah di kisaran 2,5% , plus minus 1%. Bahkan ia meyakini tingkat inflasi yang terjaga di level tersebut bisa dicapai hingga tahun 2026.
Indonesia menurutnya punya pengalaman yang mumpuni untuk mengelola ingkat inflasi di level yang rendah. Hal ini menurut Airlangga terbukti dalam periode tiga tahun saat merebaknya pandemi Covid-19, yang status pendeminya dicabut pada tahun ini.
Penanganan covid dan menjaga tingkat inflasi juga dilakukan pemerintah secara terstruktur dengan melibatkan pemerintahan di level provinsi hingga kabupaten/kota.
“Jadi Indonesia banyak pengalaman dari penanganan Covid-19, di mana kita mengontrol itu lebih ketat, kuat dengan melibatkan Mendagri dan terus ke bawah, gubernur. Dan juga kita lakukan (pertemuan, red) setiap minggu, weekly. Jadi Mendagri kita minta untuk melakukan weekly review untuk inflasi,” kata Airlangga.
Baca Juga
Menko Airlangga: Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Dorong Konsumsi Domestik
Pemerintah dalam hal ini Kementerian keuangan juga memberikan insentif fiskal bagi kepala daerah yang mampu mengelola dan menekan Tingkat inflasi di daerahnya.
“Menteri Keuangan memberikan insentif fiskal untuk mereka yang baik. Jadi dengan demikian kita tahu bahwa faktor inflasi ini kita bisa tangani, termasuk dari daerah-daerah produsen apakah bawang atau yang lain, dan mereka daerah yang kurang itu, mereka kita minta subsidi transportasi supaya ke masyarakatnya (harga) tidak naik,” imbuh Menko Bidang Perekonomian yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai berlambang beringin ini.
Pertumbuhan di Atas 5%
Airlangga juga menegaskan, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi positif tahun ini dan tahun 2024 nanti. “Tahun 2024 kira kira (pertumbuhan) di atas 5%, antara 5,1% sampai 5,2%,” tegas Airlangga.
Pengalaman Indonesia yang mampu melewati krisis akibat Covid-19 yang relatif mulus, menjadi pengalaman sangat berharga. “Pada saat pandemi Covid-19, Indonesia sungguh menjadi welfare state, sehingga pada salah satu kuartal di tahun 2022, perekonmian Indonesia bisa tumbuh di atas 7%,” terang Airlangga.
Baca Juga
Ribut-Ribut soal Fenomena ‘Mantab’, Ini Penjelasan Menko Perekonomian
Bertolak dari pengalaman itu, pemerintah akan menerapkan berbagai terobosan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan. Termasuk melalui program bantuan langsung tunai (BLT) maupun subsidi.
Beberapa contoh subsidi seperti subsidi yang akan dipertahankan seperti subsidi BBM, subsidi energi, mapun subsidi subsidi LPG. “Bahkan pada subsidi BBM ini kelas menengah juga diberikan. Jadi bisa dikatakan kelas menengah juga mendapat benefid dari berbagai kebijakan pemerintah untuk menahan kenaikan harga ini,” terang Airlangga.
Dengan berbagai pendekatan pemerintah seperti ini, mesin ekonomi Pancasila dengan prinsip keadilan sosial direalisasikan dengan sangat baik. Dengan berbagai kebijakan pro rakyat yang ditempuh pemerintah, Airlangga optimistis, pesta demokrasi akan berjalan lancar dan aman. Rakyak akan melewati momen pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif dengan riang gembira.
Baca Juga
Menko Perekonomian Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12% pada 2030
