Luhut Ungkap 2 Hal yang Memotivasinya untuk Sembuh
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dua hal yang memotivasinya untuk sembuh dari sakit yang dideritanya. Diketahui, Luhut yang kini berusia 76 tahun hampir sebulan menjalani proses recovery di Singapura.
"Pertama, karena sikap pantang menyerah yang saya pelajari semasa di Kopassus. Kedua, dan yang paling penting adalah kasih dan pertolongan Tuhan YME," kata Luhut dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan yang dikutip Investortrust.id, Minggu (5/11/2023).
Dalam kesempatan ini, Luhut menjelaskan alasannya memilih berobat di Singapura bukan di Indonesia. Luhut mengatakan, mulanya menjalani pengobatan di RS Medistra dan RSPAD Gatot Soebroto. Luhut kemudian ditawari oleh sahabat dan keluarga untuk dirujuk di Singapura agar proses pemulihannya dapat optimal.
"Karena pada hari-hari pertama di sini, praktis saya hanya ditemani tim dokter, ajudan, serta istri dan anak saya. Tidak ada tamu, tidak ada deringan ponsel yang bisa saya jawab—semua harus lewat tangan para ajudan, sebuah keputusan berlandaskan kasih yang mendalam. 'Papa, fokus untuk pulih dahulu, sisanya bisa menunggu,' begitu ucapan istri dan anak saya," kata Luhut.
Luhut mengakui menjalani pemulihan jauh dari rumah adalah pilihan yang bijak. Kondisi kesehatannya berangsur membaik. Setelah menjalani proses pemulihan selama hampir sebulan, Luhut sudah diperkenankan memegang ponsel dan menengok urusan pekerjaan meski belum sepenuhnya. Luhut juga sudah mulai menerima kunjungan, termasuk menerima kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin serta para menteri dan teman dekat.
"Rasanya seperti mendapat tambahan energi dan semangat untuk pulih kembali," kata Luhut.
Selama proses pemulihan ini, Luhut mengamini pepatah yang mengatakan, kita tak akan pernah mengetahui arti sesuatu hal sampai kita kehilangannya dan kita tak akan pernah mengetahui nikmatnya hidup sehat sampai kita jatuh sakit.
"Marilah selalu ingat dan waspada dalam setiap ucapan dan tindakan. Manusia seperti kita hanyalah kepingan kecil dihadapan takdir dan kuasa Tuhan, maka dari itu kita tidak boleh menyombongkan diri," ungkapnya.(CR-11)
