Lenzing Kucurkan Rp2 Triliun Kembangkan Serat Ramah Lingkungan
JAKARTA, Investortrust.id - PT South Pacific Viscose (SPV) produsen serat tekstil anak usaha dari Lenzing Group yang berbasis di Austria telah mengucurkan dana Rp2 triliun untuk mengembangkan produk serat ramah lingkungan, EcoVero.
EcoVero merupakan produk serat viscose berbahan dasar kayu yang diproduksi dengan penggunaan energi fosil dan air yang lebih rendah hingga 50 persen dibandingkan viscose pada umumnya
"EcoVero mentransformasi produk viscose komoditas kepada produk viscose yang ramah lingkungan, Lenzing menginvestasikan sekitar Rp2 triliun untuk transformasi SPV sehingga bisa memproduksi EcoVero," ujar Presiden Direktur SPV, Sri Aditya di pabrik SPV Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (21/9/2023) seperti dilansir Antara.
Pabrik SPV yang berlokasi di Purwakarta memiliki kapasitas produksi 300 ribu serat viscose per tahun. Pabrik yang berdiri sejak 1978 itu menempati lahan seluas 85 hektare dan menyerap 1.500 tenaga kerja.
"Kuantitas produksi akan sekitar 300 ribu ton per tahun untuk produk ramah lingkungan, yang sekitar 70 persennya merupakan produk tekstil dengan merek EcoVero," kata Aditya.
Aditya menjelaskan melalui investasi itu Lenzing memiliki target untuk mengurangi emisi sulfur atau belerang sebesar 18 ribu ton per tahun serta pengurangan emisi gas CO2 sebanyak 139 ribu ton per tahun.
"Termasuk juga perbaikan kualitas air limbah yang dikeluarkan SPV sehingga mencapai jauh lebih baik dari peraturan pemerintah dan dapat memenuhi standar Zero Discharge of Hazardous Chemicals (ZDHC) untuk mengurangi emisi dari bahan-bahan kimia," imbuhnya.
Aditya memastikan dari segi harga produk, serat EcoVero dijual dengan harga kompetitif karena rantai pasok industri tekstil yang panjang. EcoVero hanya akan menambah biaya Rp3.000 - Rp5.000 untuk dibeli pabrikan tekstil sebelum dipasarkan ke hilir.
"Seandainya dari fiber ada kenaikan Rp3.000 - Rp5.000, dari produk akhir nambah Rp1.000 saja, tapi mungkin di pasar ada kenaikan," ucapnya.
