Laba Terkoreksi 35,8%, Mandala Finance Sebut Dampak Covid-19
JAKARTA, investortrust.id - PT Mandala Finance Tbk (MFIN) mencatatkan penurunan laba bersih tahun berjalan sebesar 35,8% atau dari Rp 658,51 miliar pada 2022 menjadi Rp 442,91 miliar di tahun lalu. Penurunan ini disebut merupakan dampak dari pandemi Covid-19.
“Penurunan laba memang dari efek Covid-19. Memang secara efek jangka panjangnya membuat kemampuan bayar dari segmen konsumen kami,” ujar Managing Director Mandala Finance, Christel Lasmana, di Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Karena, lanjut Christel, secara segmen konsumen sendiri pihaknya saat ini fokus pada pembiayaan konsumen ritel. Sehingga pemulihan atau bangkitnya nasabah khususnya di segmen mikro dan keberlanjutan usaha mereka mulai merangkak membaik, meski tidak bisa dipungkiri ada sejumlah nasabah yang masih terdampak.
“Oleh karena itu, kami tetap fokus untuk rebalancing portofolio pembiayaan kami dan memang beberapa biaya operasional kami turunkan untuk menanggulangi atau memperbaiki situasi tersebut,” katanya.
Baca Juga
Mandala Finance Bidik Pembiayaan Tumbuh Double Digit di Tahun Ini
Di lain sisi, saat ini era suku bunga tinggi diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring dengan indikasi Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang masih belum akan memangkas suku bunganya dalam waktu dekat. Christel mengungkapkan, dengan pergantian pemegang saham di Mandala Finance juga menjadi upaya yang baik dalam mengantisipasi dampak dari suku bunga tinggi ini.
“Kami tetap bisa sustain dan bahkan bisa menurunkan suku bunga terhadap pinjaman kami. Tentu yang kami jaga itu tidak menaikan suku bunga kami kepada konsumen-konsumen kami,” jelas Christel.
Seperti diketahui, akuisisi Mandala Finance oleh induk bank Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan entitas usaha PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) telah resmi dilakukan pada pertengahan bulan lalu.
