Laba Bersih BRI Tahun Ini Berpotensi Tembus Rp 60 Triliun?
JAKARTA, investortrust.id – Performa laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada semester I-2023 sebesar Rp 29,42 triliun sesuai dengan prediksi dan ekspektasi kalangan analis. Pada semester II-2023, kinerja keuangan BRI diprediksi sama bagusnya dengan semester I, bahkan bisa melampaui jika mengacu pada histori tahun 2022. Dengan demikian, potensi untuk menembus Rp 60 triliun sepanjang tahun ini bukan sesuatu yang mustahil.
Menurut Senior Analyst Hanan Putihrai, Arandi Pradana, perolehan laba bersih semester I-BRI sesuai estimasi konsensus. “Untuk semester II-2023, dengan stabilnya suku bunga acuan Bank Indonesia seperti dinyatakan Gubernur BI di tengah stagnasi dunia, saya perkirakan laba bersih BRI masih berada di kisaran Rp 29-30 triliun,” kata Arandi kepada investortrust.id, Rabu (30/08/2023).
Pandangan sama juga dibeberkan CGS CIMB Sekuritas. “Pencapaian kinerja keuangan semester I-2023 sesuai dengan konsensus kami. Demikian pula hasil net interest margin (NIM) dan biaya kredit. Hanya pertumbuhan kredit yang sedikit di bawah prediksi,” demikian pernyataan analis CIMB Sekuritas.
Pada semester I-2022, BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 24,78 triliun atau tumbuh 98,38% secara year on year (yoy) dengan total aset meningkat 6,37% yoy menjadi Rp 1.652,84 triliun. Sedangkan sepanjang 2022, bank yang fokus UMKM ini menorehkan laba bersih sebesar Rp 51,4 triliun, atau melonjak 67,15% dibandingkan tahun 2021 yang hanya Rp 33,1 triliun. Artinya, pada semester II-2022, perolehan laba bersih BRI sebesar Rp 26,62 triliun atau 1,84 triliun dibanding semester I-2022.
Baca Juga
Melesat 18,7%, Laba BRI (BBRI) Nyaris Sentuh Rp 30 Triliun di Semester I-2023
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mencetak lonjakan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 29,42 triliun pada semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 24,78 triliun.
Laporan keuangan BRI yang dipublikasikan, Rabu (30/8/2023), menyebutkan pertumbuhan pesat laba tersebut didukung kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) senilai Rp 65,54 triliun, tumbuh 1,44% (yoy) daru periode sama tahun lalu Rp 64,61 triliun.
Kenaikan laba bersih juga disumbangkan pertumbuhan penyaluran kredit BRI Group pada paruh pertama 2023. Secara konsolidasi, kredit dan pembiayaan yang yang dikucurkan bank yang fokus UMKM ini naik 5,54% menjadi senilai Rp 1.20 triliun.
Penyaluran kredit tersebut terutama didukung segmen UMKM mencapai Rp 1,01 triliun. Dari segmen ini, kredit skala mikro tumbuh dua digit 11,41% hingga semester I-2023. Pertumbuhan kredit mikro yang tinggi ini tak lain dikerek oleh kinerja Holding Ultramikro (UMi) yang menempatkan BRI sebagai induk, serta PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) jadi anggota.
