Ketum AEI Ingatkan Indonesia Emas Patut Perhatikan Tingkat Kebahagiaan Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah menargetkan tercapainya Indonesia Emas 2045 dengan produk domestik bruto (PDB) mencapai US$ 9,8 triliun atau setara Rp 159.653 triliun dan pendapatan nasional bruto (gross national income/GNI) per kapita US$ 30.300 atau Rp 493,7 juta.
Namun Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi Hartono mengingatkan bahwa Indonesia Emas juga patut memperhatikan kebahagiaan masyarakat.
“Ukuran dunia adalah GDP per kapita, tetapi apakah hanya itu patokannya karena kenyataan negara dengan GDP per kapita tinggi, tingkat kebahagiaannya kok jadi rendah,” tutur Armand dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2024 ‘Menuju Indonesia Emas 2045’ di Grand Ballroom Kempinski, Senin (10/6/2024).
Baca Juga
Ketua Umum AEI Armand: Indonesia Emas 2045 Tak Sekedar GDP, Melainkan?
Selain memperhatikan sejumlah patokan angka pertumbuhan ekonomi, dia turut menegaskan bahwa Indonesia Emas juga penting menciptakan individu masyarakat yang memiliki pekerjaan, hidup layak, dan kenaikan ekspektasi hidup.
Menurut Armand, saat ini pendapatan per kapita Indonesia masih rendah namun tingkat kebahagiaannya tinggi. Oleh karena itu, dia memasukkan syarat bahagia ke dalam definisi Indonesia Emas.
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi (tengah) bersama Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menekan tablet sebagai simbol peluncuran website baru Asosiasi Emiten Indonesia didampingi Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu, Deputi III Pengembangan Usaha BUMN, Riset dan Inovasi Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, dan segenap pengurus Asosiasi Emiten Indonesia pada acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia di Jakarta, Senin (10/6/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra
“Bagi saya definisi Indonesia Emas ya GDP per kapitanya tinggi dan tetap bahagia, serta sehat. Capital market negara lain bicara uang saja. Ya uang penting tetapi bukan hanya itu, sederhananya bagaimana sehat dan bahagia, keluarga kerja,” sambungnya.
Baca Juga
Ketua Umum AEI: Ekosistem Perusahaan Sehat dan Governance Bagus akan Ciptakan Indonesia Emas 2045
Kebahagiaan yang Armand maksud, turut meliputi kesehatan individu yang terjaga, baik secara fisik, mental, maupun keuangan. Kesehatan ini dipercaya mampu mempererat rasa kekeluargaan dan saling membantu. Hal inilah yang menjadi salah satu esensi penting bagi persatuan seperti AEI.
Dari keluarga yang bahagia, dia yakin kualitas kerja individu di perusahaan juga menjadi bagus. Mengutip laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia Emas juga memiliki kategori porsi penduduk dengan pendapatan menengah mencapai 80%.
Kemudian, kontribusi industri manufaktur pada PDB mencapai 28% dan menyerap 25,2% tenaga kerja. Secara makro, pertumbuhan ekonomi juga dibidik berada pada kisaran 6%-7%.
