Kementerian ESDM Minta Maaf kepada DPR, Ternyata gara-gara Ini
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu meminta maaf dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR. Penyebabnya, program pembagian alat masak listrik (AML) atau rice cooker gratis belum mencapai target.
Jisman menyebutkan, dalam program tersebut, Kementerian ESDM sejatinya menargetkanpembagian 500.000 unit rice cooker kepada masyarakat. Namun, yang baru terealisasi sejauh ini baru 342.621 unit atau 68,5%.
Baca Juga
Program Rice Cooker Gratis Dikritik, DPR Minta Dirjen Gatrik Dicopot
“Distribusi AML 342.621 rumah tangga 68,5% dari target awal 500.000 mencakup 36 Provinsi, 33 kabupaten/kota, 2.460 kecamatan, dan 13.000 desa,” kata Jisman Hutajulu dalam RDP dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2024).
Dari angka tersebut, menurut Jisman, Jawa-Bali merupakan wilayah yang paling banyak menerima rice cooker gratis, yaitu 192.890 unit atau 56%. Pasalnya, hal ini sejalan dengan sistem Jawa-Bali yang surplus kelistrikan.
Jisman Hutajulu menjelaskan, total pagu anggaran penyediaan rice cooker gratis mencapai Rp 322,5 miliar. Namun, yang terealisasi baru Rp 176,06 miliar, sehingga menyisakan anggaran Rp 146,44 miliar.
Baca Juga
ESDM Mulai Bagikan Bantuan Rice Cooker ke 53.161 Keluarga, Apa Mereknya?
Sisa anggaran ini, kata dia, disebabkan jumlah alat masak listrik lebih sedikit dibandingkan target. Selain itu, nilai kontrak harga satuan rata-rata AML dan biaya pengiriman lebih rendah dari rencana anggaran biaya (RAB).
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan program ini belum memenuhi harapan bapak-ibu sekalian. Program ini adalah program pertama di Kementerian ESDM sehingga perlu persiapan-persiapan yang lebih panjang, di samping keterbatasan waktu pelaksanaannya," ujar Jisman.
