Kemendag: Gejolak Geopolitik Masih Jadi Hambatan Perdagangan RI
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Reza Pahlevi Chairul mengatakan bahwa perdagangan merupakan bagian yang penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Hal tersebut disampaikan Reza Pahlevi Chairul ketika menghadiri acara Indonesia Economic Forum yang digelar di The Habibie & Ainun Library, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Perdagangan sangat penting, karena perdagangan adalah bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi kita," ucap Reza, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga
Mendag: Nilai Ekspor hingga Oktober 2023 Capai US$ 214,41 Miliar, Turun 12% YoY
Kendati demikian, perdagangan RI saat ini sedikit mengalami kendala, terutama terhadap nilai ekspor ke luar negeri. Kendala yang dimaksud Reza adalah masalah gejolak geopolitik, serta peperangan yang tengah terjadi di sejumlah negara, seperti Ukraina dan Rusia, serta Israel dengan Palestina.
"Karena adanya gejolak politik, perang di Ukraina, membuat harga makanan, harga energi, hal-hal seperti itu meningkat," terangnya.
Baca Juga
Pemerintah Sebut Mobil Hybrid Akan Jadi Produk Unggulan Ekspor RI
Di sisi lain, menurut Reza, digitalisasi menjadi hal yang penting untuk mendukung nilai perdagangan RI. Ia menilai, dengan digitalisasi, maka perdagangan internasional bisa berjalan dengan lebih efisien dan bahkan bisa mendapatkan akses di pasar internasional.
"Dan dalam perdagangan internasional, apa yang kami lakukan dengan digitalisasi adalah untuk mendukung usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan akses ke pasar internasional, membuat mereka dapat mengekspor untuk mendapatkan pendapatan dari produk luar negeri," tandas Reza. (CR-9)
