Kegiatan Militer Meningkat di Perbatasan, Rusia Ingatkan NATO
Editor | Komang Darmawan
MOSKOW, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan NATO terkait peningkatan kehadiran militer di perbatasan negara itu. Rusia tidak akan tinggal diam dan membiarkan begitu saja.
Baca Juga
Hubungan Makin Mesra, Putin Tegaskan Rusia-Korut Akan Saling Bantu Jika Diserang
"Saya hanya dapat memastikan bahwa Rusia tidak akan membiarkan peningkatan militer NATO di perbatasan kami, yang mengancam keamanan Federasi Rusia," kata wakil juru bicara kementerian tersebut, Andrey Nastasyin dalam konferensi pers di Moskow, dikutip dari Antara, Kamis (4/7/2024).
Dengan mengutip persetujuan parlemen Finlandia terkait kesepakatan pertahanan yang mengizinkan AS mengakses 15 pangkalan militer di Finlandia, Nastasyin mengatakan bahwa NATO meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan Rusia.
Nastasyin juga mengomentari undangan menteri luar negeri Azerbaijan dan Armenia ke KTT NATO yang dijadwalkan akan digelar pada 9-11 Juli di Washington D.C.
Dikatakan, hal tersebut adalah "contoh lain dari upaya AS untuk memperluas pengaruh destruktif mereka ke seluruh wilayah di dunia. Dengan adanya kelonggaran dari negara-negara lemah di Eropa, Washington berusaha memutuskan hubungan kerja sama Rusia dengan rekan-rekan kami, dan negara tetangga kami," ucapnya.
"Negara-negara anggota NATO mencoba mengembangkan pendekatan mereka sendiri terhadap isu-isu regional. Pendekatan NATO ini telah berkali-kali membuahkan hasil yang buruk."
Nastasyin juga menuding AS dan sekutu mereka di Eropa tidak puas dengan situasi di Ukraina dan mencoba menciptakan kekacauan di negara-negara tetangga.
"Mereka memasok senjata ke Armenia, mencoba membangun kembali sektor pertahanan negara itu dan melemahkan mekanisme keamanan di Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO)," katanya.
"Pada saat yang sama mereka mencoba mempengaruhi Baku. Ini meningkatkan ketegangan antara Azerbaijan dan Armenia, berdampak negatif terhadap dialog di antara kedua negara, dan memicu perlombaan senjata di kawasan."
Nastasyin berpendapat bahwa pendekatan tersebut ditujukan untuk memecah belah wilayah Kaukasus Selatan dan dapat memicu konsekuensi yang merusak.
Dia mengatakan keamanan dan stabilitas di Kaukasus Selatan harus dijamin oleh negara-negara di kawasan tersebut.
Dia juga menuding Lithuania, Latvia dan Estonia mengadopsi "pendekatan destruktif" terhadap Kaukasus Selatan.
Baca Juga
Pamerkan Perangkat Militer NATO yang Disita, Moskow akan Tingkatkan Pasukan Garis Depan
