Kabar Baik! Jokowi Akan Beri THR 100% ke ASN
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri, dan TNI, sebesar 100%.
“THR-nya ya Bapak Presiden, menetapkan 100%. Berita baik ya?” kata Sri Mulyani usai menghadiri Mandiri Investment Forum, Jakarta, Selasa (05/03/2024).
Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan kepastian THR ini masih dalam proses pembahasan. Dia berjanji akan segera menyelesaikan proses tersebut sehingga THR dapat cair 10 hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Kita akan coba selesaikan sehingga bisa dibayarkan pada 10 hari sebelum hari raya. Namun kita akan up date terus ya, karena puasa saja belum kalian sudah minta THR,” kata Menkeu berkelakar.
Sehari sebelumnya, Investortrust.id sempat menanyakan kucuran THR ini ke Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrulloh. Zudan mengatakan hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan informasi lengkap.
Baca Juga
Presiden akan Segera Teken Peraturan mengenai Kenaikan Gaji ASN, TNI, dan Polri
Meski demikian, Zudan berharap keputusan THR pemerintah, besaran minimalnya bisa sama seperti tahun lalu. “Kalau harapan kami paling tidak sama dengan tahun lalu lah,” ucap Zudan.
Zudan menyebut korpsnya bakal gembira jika anggaran THR yang digelontorkan lebih besar dari besaran tahun lalu. Ini karena pengaruh sisi kenaikan harga-harga barang yang terjadi dalam kurun waktu tiga pekan lalu.
“Mudah-mudahan mendekati bulan Ramadan mulai stabil dan di lebaran tidak ada kenaikan (harga) sehingga tidak ada ekstra biaya,” ujar dia.
Zudan mengatakan THR yang diberikan kepada ASN sejatinya banyak terpakai bukan untuk Lebaran semata. Dia menyebut THR justru diberikan buat bayar anak sekolah.
“Lebih banyak untuk ke sana,” ujar dia.
Zudan memahami memahami kesulitan pemerintah jika THR tak diberikan 100%. “Jadi kalau dari Korpri memahami kesulitan pemerintah, kalau misalnya pajak-pajak belum masuk, tapi kalau dari sisi perhitungan tidak ada yang melonjak tinggi, artinya tidak ada subsidi yang dialihkan,” kata dia.
