Jumlah Karyawan Perempuan Pertamina Geothermal (PGEO) Terus Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendukung kesetaraan gender. Hal ini antara lain dengan memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan, penerus semangat R A Kartini, untuk menjadi penggerak dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia dan bahkan di tingkat global.
“Industri panas bumi sebagai tulang punggung masa depan energi Indonesia memerlukan talenta-talenta terbaik bangsa, termasuk para perempuan tangguh untuk mengembangkannya. Sudah menjadi komitmen PGEO untuk menjadi perusahan yang inklusif, yang memberikan kesempatan dan hak yang setara bagi perempuan untuk berkarya di posisi dan peran apa pun,” kata Direktur Utama PGEO Julfi Hadi dalam keterangan resmi yang diterima Minggu (21/4/2024), menyambut peringatan Hari Kartini.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Siapkan Belanja Modal Rp 8,5 Triliun, Ini Alokasinya
Posisi Engineering hingga Riset
Tidak hanya menjadi bagian dari perusahaan, perempuan juga berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja, capaian, dan perkembangan PGEO. "Terlebih, semakin banyak perempuan menduduki posisi kunci, termasuk engineering dan riset," paparnya.
Oleh sebab itu, PGEO secara aktif meningkatkan kapasitas karyawan perempuan melalui berbagai program pengembangan, baik secara manajerial untuk pengembangan peran kepemimpinan, hingga pengembangan fungsional yang menambah keterampilan dan keahlian untuk berkiprah dan menorehkan prestasi dalam pekerjaan. PGE pun mendukung keterlibatan aktif seluruh karyawan perempuan dalam organisasi profesi panas bumi, termasuk WING.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 1,26 Triliun, UNTR Tambah Saham di Pembangkit Listrik Geothermal Ini
Salah satu karyawan perempuan dengan perjalanan karier yang cemerlang di PGE adalah Kristina Emeralda Cici. Cici telah berkarier selama lebih dari 10 tahun di PGE, dan kini memegang tanggung jawab sebagai senior reservoir engineer dan merupakan anggota aktif WING.
Cici mengatakan, Kartini merupakan figur penting dalam sejarah emansipasi perempuan di Indonesia. Kegigihannya dalam memerjuangkan hak-hak perempuan menjadi titik awal dari partisipasi perempuan di ruang publik.
“Kartini menjadi inspirasi bagi saya dan perempuan-perempuan lain di Indonesia. Saya bangga mampu menikmati buah dari perjuangan Kartini, hingga mampu mencapai di titik karier saya pada saat ini. PGEO juga memberikan ruang yang setara bagi saya dan perwira perempuan lainnya untuk memberikan makna bagi industri geotermal di Indonesia,” ucap Kartini PGEO dari Indonesia timur, yang lahir dan besar di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.
PGE menilai adanya perempuan di perusahaan tidak hanya menciptakan lingkungan industri yang lebih inklusif, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan industri geotermal Indonesia, dengan prestasi dan inovasi dalam mengelola proyek-proyek panas bumi yang berdampak besar. Tindakan para perempuan ini mencerminkan semangat Kartini dalam mendorong peran perempuan di berbagai sektor, termasuk dalam memajukan dunia melalui energi hijau.
“Pendekatan Diversity, Equity, and Inclusion ini sesuai komitmen PGEO menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) Framework, dengan mendorong asas kesetaraan dan keadilan. PGEO membuka jalan bagi pemuda-pemudi dari berbagai daerah untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memberikan kontribusi ke industri panas bumi,” tutur Jufli.
