Investor Malaysia Jajaki Peluang Investasi LRT di Kota Batam
BATAM, investortrust.id – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyampaikan minat investor Malaysia melakukan investasi Light Rapid Transit (LRT) serta sektor transportasi modern lainnya di Kota Batam.
Minat negeri jiran ini disampaikan saat BP Batam menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Malaysia di Marketing Center, Batam Center pada Senin, (15/1/2024).
Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan mengatakan, pihaknya sangat terbuka terkait dengan rencana investasi dari Malaysia dalam menyediakan transportasi massal di Kota Batam.
Baca Juga
Kunjungi Korsel, Menhub Bahas Upaya Penyelesaian Feasibility Study dan Pembiayaan LRT Bali
Pembangunan LRT dinilai sebagai salah satu upaya dalam mengurangi kemacetan dan menjadikan Batam kota yang modern.
Sebab, kata dia, pembangunan jalan hingga lima lajur, jika tidak diimbangi dengan transportasi massal, akan berdampak pada kemacetan dalam beberapa tahun ke depannya.
“Mereka menyampaikan kalau perkembangan Kota Batam sangat pesat. Mereka ingin mengetahui lebih jauh mengenai proses, insentif dan peluang investasi khususnya LRT yang sudah kita rencanakan,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Rabu (17/01/2024).
Baca Juga
Kapal Tol Laut Berlayar, Kemenhub Harap Disparitas Harga Barang Bisa Ditekan
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pihaknya terus mematangkan rencana pembangunan proyek LRT tersebut.
Saat ini, rencana pembangunan transportasi modern tersebut, sudah masuk dalam tahap penyusunan studi kelayakan yang dilakukan oleh konsorsium dari STRIDES, Singapura.
“Jadi saat ini masih menunggu hasil dari tim studi kelayakan,” ujar Ariastuty.
Dia menambahkan, setelah studi kelayakan ini selesai, BP Batam akan melakukan evaluasi terhadap dokumen-dokumen dari studi kelayakan. Selanjutnya, dari evaluasi itu akan dilakukan penyusunan dokumen lelang.
