Investor Dalam Negeri Telat Masuk IKN? Ini Jawaban Bahlil
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menepis anggapan bahwa investor dalam negeri telat masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
“IKN (investasinya) masih sesuai target, kok,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Senin (29/4/2024).
Balil menjelaskan alasan mengapa investor dalam negeri baru masuk dalam proyek pembangunan IKN. Hingga kuartal I-2024, nilai investasi di Kalimantan Timur, lokasi IKN, terealisasi Rp 11,9 triliun atau 6,1% dari total penanaman modal dalam negeri (PMDN).
“Kami ingin di klaster pertama ini semua yang masuk adalah perusahaan nasional. Supaya semacam jadi bentengnya begitu,” tegas dia.
Baca Juga
Heboh Kunjungan Bos Apple dan Microsoft, Jangan Cuma Fokus ke Pengembangan IKN
Bahlil mengungkapkan, perusahaan nasional, seperti Sarinah mendapat prioritas utama dalam investasi di IKN. Pemerintah akan mengutamakan perusahaan nasional yang berinvestasi di IKN.
“Terus klaster keduanya baru kami dorong ke penanaman modal asing (PMA),” tutur dia.
Bahlil mengatakan, salah satu investasi asing yang masuk ke IKN yaitu teknologi transportasi. Pemerintah tengah mendorong perusahaan-perusahaan asing berinvestasi di sektor transportasi teknologi tinggi di IKN.
Presiden Jokowi, menurut Menteri Investasi, akan mengumumkan tim percepatan investasi di IKN sebulan mendatang. Tim percepatan investasi di IKN akan mengembangkan strategi perumusan solusi masalah yang dihadapi investor.
Baca Juga
Mau Ujicoba di IKN, Pemerintah Pastikan Tak Ada Keistimewaan untuk Starlink
“Jadi, kita tunggu tim itu karena kemarin timnya sedang dirumuskan. Nah, di situ akan secara komprehensif koordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk urusan dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan investor,” papar dia.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, hingga Maret 2024, realisasi PMDN di Kalimantan Timur tercatat Rp 11,9 triliun atau 6,1% dari total investasi dalam negeri. Investasi senilai Rp 11,9 triliun itu tersebar di 5.066 proyek di IKN. Sedangkan realisasi PMA mencapai US$ 320,5 juta yang tersebar di 683 proyek di IKN.
