Asing akan Beli Saham Bandara Kertajati Maksimal 49%, Desember
MAJALENGKA, investortrust.id - Investor asing dari India, Singapura, dan Arab Saudi berminat membeli sebagian saham Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, maksimal sebesar 49%. Rencana akuisisi tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo dan disetujui, sehingga diharapkan pada Desember 2023 sudah terealisasi.
“Untuk nilai akuisisi saham Bandara Kertajati masih dalam pembahasan, yang sifatnya tertutup, sehingga belum bisa disampaikan. Tapi interest investor sudah ada dan saya sudah lapor pada Presiden dan sudah disetujui. Ini tinggal finalisasi dan insya Allah, Desember sudah jadi,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja ke Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Rabu (18/10/2023).
Baca Juga
Perbaikan Fasilitas Hampir Rampung, Bandara Kertajati Siap Layani Penumpang pada 29 Oktober
Untuk porsi saham yang akan diambil alih oleh investor asing, lanjut Menhub, juga belum bisa disampaikan. Namun berdasarkan peraturan, asing maksimal boleh memiliki saham 49% di bandara di Indonesia.
“Tapi yang penting, interest mereka mau masuk, itu mulai. Dalam syarat kepemilikan bandara di Indonesia, mereka bisa menguasai sampai 49%. Jadi, Angkasa Pura (AP) II dan pemda kepemilikan sahamnya nanti bisa menjadi 51%,” kata Menhub.
Video oleh Ester Nuky/Investortrust
Captive Market 20 Juta Orang
Budi Karya mengatakan, berangkat dari captive area Bandara Kertajati, yang kira-kira 200 kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang melayani wilayah Jakarta Raya, potensinya untuk menjadi hub penerbangan besar. “Kalau dihitung dari captive area, mulai dari Karawang, Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Brebes, Tegal, Indramayu, dan Cirebon, bisa sampai 20 juta lebih (penumpang). Nah, ceruk pasar yang besar ini pasti membuat satu bangkitan lalu-lintas, bangkitan orang yang mau pergi dari dan ke Kertajati. Terbukti sekarang walaupun baru kita mulai, dari turis Malaysia sudah datang,” katanya.
Baca Juga
Menhub mengatakan, turis dari Malaysia yang akan datang ke Bandung banyak sekali. Demikian pula dari Singapura.
“Berikutnya, haji dan umrah. Karena nanti yang akan mengelola dari India atau dari Arab Saudi, itu menunjukkan bahwa Bandara Kertajati memang punya kemampuan untuk menjadi anchor atau hub dari penerbangan di sekitar Jawa Barat, atau bahkan tempat-tempat yang lain (seperti dari Jawa Tengah),” tandas Budi Karya.
