Investor AS Berbondong-bondong Masuk ETF Berbasis Perusahaan Pertahanan
JAKARTA, Investortrust.id - Investor di Amerika Serikat pekan lalu berbondong-bondong membeli reksa dana ETF (exchange-traded funds)yang instrumennya berisi perusahaan pertahanan di Amerika Serikat dan Eropa. Mereka juga disebutkan Reuters berharap konflik Israel-Hamas bisa meluas ke wilayah lain.
Sekedar informasi, ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek. ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli.
Melansir data dari Lipper, ETF iShares USAerospace & Defense senilai US$5 miliar mengalami arus masuk bersih sebesar US$7,2 juta selama sepekan yang berakhir pada 11 Oktober, setelah tujuh pekan sebelumnya mengalami arus dana keluar.
Baca Juga
Outflow Investor Nonresiden dari SBN Bikin Utang Luar Negeri RI Turun
Sementara ETF Invesco Aerospace & Defense senilai US$2 miliar mampu merangkum arus dana masuk bersih sebesar US$48 juta selama sepekan, yang merupakan pencapaian terbaiknya sejak Juli 2022.
Kedua dana tersebut melonjak lebih dari 4% pekan lalu karena kepemilikan utama mereka atau underlying asset Lockheed Martin dan Northrop Grumman masing-masing meningkat 10% dan 16%.
Di Eropa, ETF Future of Defence yang baru diluncurkan diproyeksikan bakal mengalami arus dana masuk dari investor selama sepekan sebesar US$1,1 juta.
"Saham sektor pertahanan naik setelah terjadinya kejutan dari peristiwa akhir pekan lalu (serangan Hamas, red)... Bagi banyak investor, memiliki eksposur pertahanan menjadi sarana lindung nilaiyang masuk akal terhadap potensi guncangan geopolitik," kata Hector McNeil, co-CEO dan pendiri HANetf.
Baca Juga
Investor Kakap Ini Sarankan Hindari Pasar Saham di AS, Begini Alasannya
Pemboman Gaza terus berlanjut semalam, dengan warga setempat mengatakan bahwa ini adalah serangan paling berat dalam sembilan hari konflik.
Pihak berwenang di Gaza mengatakan setidaknya 2.750 orang tewas dalam serangan Israel yang mengikuti serangan oleh militan Hamas terhadap negara itu pada tanggal 7 Oktober yang menewaskan 1.300 orang.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Timur Tengah, dengan Iran memperingatkan tentang eskalasi regional jika serangan terhadap Palestina terus berlanjut.
"Jika pertempuranberlanjut lebih lama, para investor akan lebih memilih penyedia senjata dan pertahanan," kata Todd Rosenbluth, Kepala Riset VettaFi.
ETF iShares dan Invesco telah mengalami kenaikan masing-masing sebesar 5,7% dan 14,2% dalam dua tahun terakhir berdasarkan ekspektasi anggaran pertahanan yang meningkat, menyusul konflik Rusia-Ukraina.
Pengeluaran pertahanan AS sendiri bisa bertumbuh sebesar 4% di atas inflasi dalam jangka menengah-dekat, dibandingkan dengan sejarah yang sebesar 2%, seperti yang diungkapkan analis BofA Research dalam catatan terbarunya deperti dilansir Reuters Senin (16/10/2023).
