Inilah 5 Komoditas Top Ekspor Indonesia Sepanjang 2023
JAKARTA, investortrust.id - Total ekspor pada periode Januari-Desember 2023 mencapai US$ 258,82 miliar atau turun 11,33% pada periode 2022. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS, Pudji Ismartini mengatakan terdapat lima komoditas utama ekspor selama 2023.
“Komoditas yang paling banyak diekspor Indonesia yaitu bahan bakar mineral (HS 27) yang mencakup 22,99% dari total ekspor Indonesia dengan nilai ekspor US$ 59,49 miliar,” kata Pudji, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Pudji mengatakan komoditas bahan bakar mineral ini mengalami penurunan secara kumulatif periode Januari-Desember 2023 sebesar 16,20% (yoy). Dia menyebut negara tujuan ekspor komoditas ini yaitu China dengan nilai ekspor sebesar US$ 17,5 miliar atau mencapai 29,55% dari total komoditas itu, India dengan nilai ekspor US$ 7,54 miliar atau cakupannya 12,67%, dan Jepang dengan nilai ekspor US$ 6,67 miliar atau cakupannya 11,21%.
Komoditas kedua yang menjadi unggulan ekspor adalah lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan nilai ekspor US$ 28,45 miliar, atau 10,99% dari total ekspor. Komoditas ketiga yaitu besi dan baja (HS 72) dengan nilai US$ 26,70 miliar atau 10,32% dari total ekspor.
Komoditas keempat yaitu mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) dengan nilai US$ 14,35 miliar atau 5,54% dari total ekspor. Komoditas kelima yaitu kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan nilai ekspor US$ 11,15 miliar atau 4,31% dari total ekspor.
Selain lima komoditas ini, BPS juga mencatat kenaikan nilai ekspor pada lima komoditas lain. Di antaranya, logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) dengan perubahan kumulatif tahunan mencapai US$ 1,2 miliar dibanding tahun 2022. “Dengan share terhadap total ekspor 2,9%” kata dia.
Sementara itu, komoditas yang mengalami kenaikan lainnya adalah nikel dan turunannya (HS 75) sebesar US$ 875 juta dibanding tahun lalu. Komoditas tembakau dan rokok (HS 24) mengalami peningkatan mencapai US$ 259,14 juta.
Adapun kendaraan dan bagiannya (HS 87) dengan nilai ekspor US$ 11,15 miliar dengan cakupan 4,31% dari total ekspor. Komoditas anyaman nabati (HS 14) juga mengalami peningkatan sebesar US$ 134,1 juta.
Baca Juga
Wow, Indonesia Catatkan Surplus Perdagangan Nonmigas dengan Cina
