Ini Pentingnya Gen Z Menjaga Pengelolaan Uang di Segenggam Gawai
JAKARTA, investortrust.id - Berkembangnya teknologi menjadi bagian dari kemudahan yang dinikmati generasi Z atau gen Z. Dari segenggam ponsel, generasi Z dapat mengakses sejumlah informasi hingga mengelola uang miliknya.
Generasi Z atau Gen Z sebagai informasi adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1997-2012.
Costumer Value Management (CVM) Manager PT Bank Jago Tbk (ARTO) Muhammad Pandu mengatakan, untuk bisa mengatur uang, tiap orang perlu nyaman dan memahami arti dari uang. Ia pun menekankan untuk mengelola uang diperlukan perjalanan finansial yang harus dilewati.
“Dalam financial journey orang terbagi menjadi empat stage,” kata Pandu saat acara Investortrust Goes to Campus “Financial Literacy”, di Binus University, Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Pandu mengatakan, level pertama dalam pengelolaan uang yaitu aman secara finansial. Di level ini, kata ia, orang perlu mampu menghidupi dirinya sendiri terlebih dahulu.
Baca Juga
“Kalau ada tagihan, utang, bisa dibayar tepat waktu. Kalau misalnya utang atau tagihan belum bisa dibayar. Pikirin investasi nanti dulu,” kata dia.
Setelah kewajiban dapat dipenuhi, kata Pandu, level ke dua yang perlu dilakukan yaitu memiliki ketahanan finansial. Di level ini, ia mengatakan seseorang harus siap menghadapi pengeluaran tiba-tiba yang sifatnya mendesak maupun hobi.
“Emergency bisa saja negatif, kecelakaan, ada transportasi yang tiba-tiba mahal. Tapi bisa juga bersifat positif, misalnya, di Jago kantong rekening adalah konser dadakan,” ujar dia.
Level ke tiga yang perlu disiapkan seseorang yaitu memiliki kontrol finansial. Di level ini, kata Pandu, seseorang tidak lagi tergantung pada orang lain. “Mulai punya pendapatan pasif dan lain-lain,” ucapnya.
Setelah mulai mendapat pendapatan pasif, Pandu menyebut seseorang bisa mulai memikirkan kebebasan finansial atau financial freedom. Seseorang di level ini, kata ia, bisa memikirkan pensiun yang nyaman dan sesuai dengan gaya hidupnya.
Mengelola keuangan dengan Bank Jago
Pandu mengatakan untuk mengelola keuangan ada formula yang bisa diikuti, yaitu 50:30:20. Sebanyak 50% pendapatan untuk belanja kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan investasi.
Tetapi, kata Pandu, formula itu perlu dicoba dalam satu atau dua bulan. Setelah masa itu, seorang perlu mengaudit dan menetapkan porsi mana yang tepat untuk pengelolaan keuangan pribadi.
“Yang saya find your own golden ratio. Setelah memakai tiga bulan, 50:30:20 audit. Apakah benar ini rasio yang benar untuk saya?,” ujar ia.
Baca Juga
Hindari Gaya Hidup Konsumtif, OJK Minta Kaum Muda Jangan FOMO dan FOPO
Menurut Pandu, dalam pengelolaan uang pribadi, Bank Jago memiliki sejumlah inovasi di aplikasi miliknya. Ia menyebut, di aplikasi Bank Jago nasabah bisa mengatur pengelolaan dana di kantong-kantong.
“Di Bank Jago teman-teman bisa bikin kantong. Satu kantong itu satu rekening. Kantong itu bisa dipersonalisasi, bisa dinamai, bisa dikasih emoji, terserah sesuai dengan kemauan teman-teman,” ujarnya.
Pandu menyebut ada pula yang memanfaatkan kantong tersebut untuk membayar tagihan. Selain itu, kata dia, kantong-kantong tersebut bisa dihubungkan ke dompet digital semacam GoPay, aplikasi investasi semacam Bibit, dan bisa juga digunakan untuk pengumpulan dana usaha.
“Nabung bareng dan dana usaha bareng, semuanya transparan tidak tercampur uang pribadi,” katanya.
