Ini Alasan Indonesia Perlu Belajar Ekonomi Kreatif ke Korea Selatan
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto menyebut Indonesia perlu belajar untuk mengembangkan ekonomi kreatif dari Korea Selatan. Menurut dia, ekonomi kreatif dapat membantu jadi penopang ekonomi nasional.
“Kemajuan perekonomian Korea Selatan diimbangi dengan kemajuan industri kreatif dan digital. Melalui apa yang disebut hallyu atau Korean Wave (K-Wave)” kata Gandi, dalam forum Korea-Indonesia Cooperation Forum in Commemoration of the 50th Anniversary of Diplomatic Relations, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga
Kemenparekraf Beri Dukungan Hiasan Perahu Nelayan dalam Sail Teluk Cenderawasih 2023
Gandi mengatakan Korea Selatan memimpin industri kreatif tidak hanya di kawasan Asia-Pasifik tapi di dunia. Salah satu puncaknya yaitu diakuinya film Parasite di Academy Awards 2020.
“Serta mencuatnya BTS dan Blackpink,” ucap dia.
Gelombang ekonomi kreatif ini membawa perubahan lanskap ekonomi Korea Selatan, seiring kenaikan PDB Korea Selatan yang menembus US$ 1,7 triliun dengan populasi 51 juta penduduk.
“Pada 2023, Korean Creative Content Agency (KOCCA) menerbitkan white paper industri game Korea dan menyampaikan pasar domestik Korea menembus rekor, sebesar 20 triliun won. Kenaikan 11% dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar dia.
Baca Juga
IndoFringe Festival Berperan Kembangkan Industri Ekonomi Kreatif Nasional
Gandi mengatakan kunci sukses dari K-Wave yaitu pendidikan. Dia mengatakan terdapat sejumlah universitas di beberapa provinsi di Korea Selatan yang menyiapkan kurikulum khusus ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Korea Selatan juga telah menggalakkan inisiatif 5G dan AI.
“Dari Korea Selatan kita pelajari bersama, industri kreatif dapat menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Industri kreatif tidak dapat dilepaskan dari kemajuan perekonomian lainnya,” kata dia. (CR-7)
