Inflasi September Capai 0,19%
JAKARTA, Investortrust.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi bulanan (month to month) atau per September 2023 mencapai 0,19% atau turun dibandingan bulan yang sama tahun lalu 2,28%. Hal ini membuat inflasi tahunan (year on year) menjadi 2,28%.
PLT Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penyumbang terbesar inflasi per September 2023 berasal dari sektor makanan, minuman, dan tembakau. Sumbangan juga datang dari kenaikan inflasi transportasi menjadi 0,29%.
Baca Juga
Inflasi Zona Euro September Melunak Jadi 4,3%, Terendah Sejak Oktober 2021
Sedangkan komoditas penyumbang utama inflasi September adalah beras, bensin, tarif pulsa ponsel, biaya kuliah, rokok kretek filter. Sedangkan penyumbang utama inflasi tahunan berasal dari beras, rokok kretek filter, biaya kontrak rumah, emas perhiasan, dan bawang putih.
“Tingkat inflasi bulan September 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun lalu,” terangnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/10/2023).
Baca Juga
Presiden Jokowi Beri Nama Woosh untuk KCJB, Ternyata Ini Alasannya!
Dia menambahkan, inflasi pangan Indonesia relatif lebih rendah, dibandingkan inflasi negara lainnya di tengah tantangan El Nino and pasaokan pangan di dalam negeri. Berdasarkan data inflasi pangan Indonesia hanya 2,51% pada Agustus 2023.
