India Terbuka Pasok Kebutuhan Pangan bagi Negara Sahabat
JAKARTA, Investortrust.id - Perubahan iklim dan kondisi geopolitik global yang berujung pada terbatasnya pasokan bahan pangan di apsar global, membuat sejumlah negara menerapkan kebijakan untuk melarang ekspor bahan pangan krusial seperti beras dan gula. Langkah ini salah satunya dilakukan oleh India.
Selain India, larangan ekspor beras juga dilakukan Rusia dan Bangladesh serta Uganda sejak paruh kedua tahun lalu. Berdasarkan catatan dari BPS, India telah melakukan pembatasan ekspor sejak Juli 2023, sementara Uganda, Rusia, dan Bangladesh menerapkan kebijakan serupa lebih awal, pada Juni 2023.
Kendati demikian, situasi tersebut tak lantas membuat India benar-benar menutup diri untuk memasok sejumlah komoditas pangan terhadap negara yang membutuhkan, khususnya negara-negara sahabat dan mitra baik perdagangan India yang telah terjalin selama puluhan tahun.
“India selalu membuka diri untuk memberikan izin khusus ke negara-negara sahabat yang membutuhkan bantuan dalam keamanan pangan mereka, khususnya Indonesia,” kata , Malvika Priyadarshini selaku Konselor Ekonomi & Perdagangan, Kedutaan Besar India di Jakarta kepada Investortrust.id. Dikatakannya, India membuka ekspor beras dua tahap untuk Indonesia di tahun ini, yakni pada bulan Juni dan November.
“Saya kira (administrasi) ekspor beras akan selesai pada Maret, mencapai 200 ribu metrik ton, beras putih yang digunakan untuk tujuan komersial,” ujarnya.
Baca Juga
Perdalam Hubungan Perdagangan, Federasi Ekspor Pangan India Gelar ‘Buyer and Seller Meet’ di Jakarta
Disampaikan pula bahwa saat ini Pemerintah India tengah menjajaki potensi untuk membuat kesepakatan yang akan dituangkan dalam sebuah MoU (Memorandum of Understanding) terkait penyediaan beras putih untuk Indonesia. Disebutkan Malvika, ia berharap MoU tersebut dapat terwujud sehingga dari pihak India akan mengantongi perjanjian G2G (Government to Government) untuk mengekspor beras putih secara langsung ke Indonesia.
“Indonesia telah mengajukan permintaan untuk lebih banyak ekspor beras, gandum, dan gula. Sampai saat ini, itulah situasinya,” tutur Malvika.
Selain beras, gandum, dan gula, disampaikan Malvika bahwa Bulog juga telah setuju untuk mengimpor tambahan 50 ribu metrik ton daging dari India, yang akan dipasok untuk kebutuhan Ramadan di pasar Indonesia.
Terkait potensi kerja sama untuk memasok sejumlah bahan pangan asal India ke Indonesia sebagai salah satu negara sahabat, Federasi Organisasi Ekspor India (Federation of Indian Export Organisations - FIEO), sebuah organisasi ekspor terbesar India, membawa delegasi bisnis yang beranggotakan 37 orang dari India untuk menggelar pertemuan ‘Buyer and Seller Meet’ di Jakarta, pada Selasa, 16 Januari 2024.
Event ini dihadiri lebih dari 100 perusahaan Indonesia, yang akan mengikuti pertemuan bisnis one on one dengan mitra mereka dari India.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang akan hadir dalam pertemuan ini. Kunjungan delegasi ini akan membantu membentuk hubungan bisnis yang langgeng dan akan lebih mendalamkan perdagangan bilateral India-Indonesia di sektor pangan dan pertanian,” kata Malvika saat pembukaan ‘Buyer and Seller Meet’ di Jakarta, Selasa (16/1/2024).
