Indeks Harga Konsumen Tiongkok Oktober Menurun 0,2%
BEIJING, Investortrust.id – Harga konsumen Tiongkok turun pada bulan Oktober, ketika negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu berjuang menghadapi pemulihan ekonomi.
Baca Juga
IMF Naikkan Perkiraan Pertumbuhan PDB Tiongkok Tahun 2023 Jadi 5,4%
Data dari Biro Statistik Nasional Tiongkok pada Kamis (9/11/2023) menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) bulan Oktober menyusut 0,2% tahun-ke-tahun (year on year/yoy), lebih besar dari penurunan 0,1% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Hal ini terjadi setelah CPI Tiongkok secara tak terduga datar pada bulan September, sehingga dinilai perlu dukungan kebijakan lebih lanjut.
Harga produsen turun 2,6%, sedikit lebih kecil dari perkiraan penurunan sebesar 2,7% dan telah berada di wilayah negatif selama 13 bulan berturut-turut. PPI (producer price index) Tiongkok berada di 2,5% pada bulan September, menunjukkan tekanan deflasi pabrik masih ada.
“Tiongkok masih berada dalam kondisi deflasi. Permintaan domestik masih lesu,” kata Zhiwei Zhang, presiden dan kepala ekonom Pinpoint Asset Management, seperti dikutip CNBC internasional.
Beijing telah memberikan dukungan kebijakan yang ditargetkan meskipun data terbaru menunjukkan pertumbuhan masih lamban. Yang semakin melemahkan kepercayaan konsumen adalah krisis utang yang sedang berlangsung di dua pengembang real estate terbesar di Tiongkok. Sektor properti Tiongkok menyumbang sekitar 30% perekonomian negara tersebut.
“Dengan meningkatnya defisit anggaran dan potensi pengembang properti mendapatkan dukungan dari pemerintah, permintaan domestik kemungkinan akan meningkat tahun depan,” kata Zhang.
Baca Juga
Lebih Buruk dari Perkiraan, Ekspor China Oktober Merosot 6,4%
