IHSG Diprediksi Sideways di Level 6.900 Jelang Sidang The Fed Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung bergerak sideways di kisaran 6.900 pada perdagangan pekan ini, periode 10 Juni hingga 14 Juni 2024.
Meski pasar saham cenderung bergerak datar, sejumlah saham diprediksi berpotensi mendatangkan cuan buat pelaku pasar. Tim Riset PT Phintraco Sekuritas melihat prospek penguatan tersebut terdapat pada saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Kemudian saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
‘’Potensi gerak datar pasar saham pekan ini, diantaranya dipengaruhi oleh sentimen perdagangan saham yang singkat pada pekan berikutnya, karena pasar tutup di Senin (17/6) dan Selasa (18/6),’’ ulas Tim Riset PT Phintraco Sekuritas dalam riset yang dirilis, Minggu (9/6/2024).
Baca Juga
BEI Harap Perusahaan Kalbar Ikuti Langkah Sukses IPO Topindo (TOSK)
Adapun sentimen terkait data ekonomi, pekan ini pelaku pasar akan mengamati data inflasi Tiongkok sebagai salah satu indikator pemulihan ekonomi dan inflasi Amerika Serikat (AS), sebagai salah satu data yang sangat diperhatikan oleh the Fed.
‘’Keduanya diperkirakan tidak banyak berubah dari kondisi bulan sebelumnya. Dengan demikian, FOMC 13 Juni 2024 diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25% - 5,5%,’’ urai Tim Riset PT Phintraco Sekuritas.
Sebelumnya di AS pada Jumat akhir (7/6/2024) pekan lalu, dirilis U.S. Non Farm Payrolls yang naik ke 272 ribu di Mei 2024 dari 175 ribu di April 2024. Kondisi ini yang memicu penurunan peluang pemangkasan suku bunga acuan the Fed berdasarkan CME FedWatch Tools ke angka 46,6%.
Baca Juga
Kontrak Baru PTPP Tumbuh 31,35%, Tembus Rp 8,9 Triliun hingga Mei 2024
Akan tetapi, di sisi lain U.S. Unemployment Rate naik 10 bps mom ke 4% di Mei 2024. Kondisi suku bunga tinggi dan peningkatan tingkat pengangguran memicu kekhawatiran terhadap outlook ekonomi AS di 2024.
Kondisi di atas memicu kenaikan kembali U.S. 10-year Treasury Yield sebesar 15 bps ke level 4,43% pada Jumat (7/6/2024). Sentimen serupa juga memicu pelemahan harga minyak di Jumat (7/6/2024). Pemicu lain pelemahan harga minyak adalah perkiraan pengurangan pemangkasan volume produksi oleh OPEC+ di Oktober 2024.
Pergerakan IHSG Sepekan Terakhir:
