Harga Turun hingga 71%, Saham Surya Permata (NATO) Digembok Bursa
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspense) PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) di pasar regular maupun pasar tunai mulai sesi I, Rabu (8/11/2023).
Berdasarkan pengumuman BEI yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Yayuk Sri Wahyuni, disebutkan, suspensi dilakukan sehubungan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham NATO.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Berbalik Rebound, Pantau ICBP, ADMR, MIKA dan TPMA
“Suspensi dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor,” papar Yulianto dan Yayuk sebagaimana dikutip, Rabu (8/11/2023).
Lebih lanjut BEI menyampaikan, dengan dilakukannya suspensi, pelaku pasar diharapkan dapat memanfaatkan waktu untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO).
“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” pungkas BEI.
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan penutupan pasar kemarin, saham NATO tercatat bertengger pada level Rp 133 per saham, anjlok 15,29% dari harga sebelumnya.
Sedangkan selama sepekan terakhir, saham emiten properti yang berbasis di Bali ini mengalami penurunan sebesar 71,09%.
