Harga Melesat, Saham JAWA dan CITY Kembali Disuspensi
JAKARTA, Investortrust.id– Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) dan PT Natura City Development Tbk (CITY, seiring berlanjutnya penguatan harga saham dalam beberapa pekan terakhir. Suspensi ini merupakan yang kedua dalam dua pekan terakhir.
“Sehubungan dengan peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham JAWA dan CITY, BEI memandang perlu untuk menghentikan sementara perdagangan saham JAWA dan CITY,” tulis pengumuman Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam penjelasan resminya di BEI, hari ini.
Baca Juga
Saham Melesat 164%, Jaya Agra (JAWA) Ungkap Manfaat Konversi Utang Ini
Suspensi saham JAWA dan CITY akan dilakukan di pasar regular dan pasar tuni mulai sesi I pada 17 Oktober 2023. BEI menghimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.
Berdasarkan data BEI, saham JAWA telah melesat dari level akhir September 2023 Rp 68 menjadi Rp 224 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Artinya saham JAWA telah melesat 229,41% sepanjang Oktober 2023 berjalan.
Baca Juga
Tak kalah melesat ikut melanda saham CITY. Berdasarkan perdagangan saham BEI, saham CITY telah melambung dari level penutupan akhir September 2023 Rp 50 menjadi Rp 93 pada penutupan perdagangan saham kemarin. Artinya saham ini telah menguat 86% sepanjang Oktober 2023 berjalan.
Konversi Utang
Lompatan harga saham JAWA mulai terjadi setelah diumumkan rencana penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Aksi ini bertujuan untuk mengonversi utang senilai Rp 1,24 triliun menjadi 12,45 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Jumlah saham yang dikonversi setara dengan 76,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Perseroan menambahkan penguatan modal bersamaan dengan penurunan liabilitas bakal membuat rasio utang terhadap modal perseroan membaik. Hal ini akan membuat perseroan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan dan lainnya, sehingga akhirnya menaikkan nilai bagi pemegang saham perseroan.
Baca Juga
Minim Sentimen Positif, Pasar Saham Diproyeksi Menguat Terbatas
Jaya Agra (JAWA) juga menyebutkan konversi utang menjadi saham tersebut akan membuat rasio utang terhadap modal turun drastic dari 48,56 menjadi 1,76. Sedangkan rasio utang terhadap aset juga turun dari 0,98 menjadi 0,64.
Terkait dampak konvesi utang terhadap struktur kepemilikan saham disebutkan bahwa kepemilikan PT Sarana Agro Investama akan bertambah dari 80% menjadi 95,349%. Sedangkan kepemilikan publik akan berkurang drastic dari 19,99% menjadi hanya 4,65% saham JAWA.
