Genjot Transformasi Digital, SKK Migas Luncurkan 4 Fitur Baru IOC
JAKATRTA, investortrust.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meluncurkan empat fitur baru digital pada pusat integrasi operasi (integrated operation center/IOC) untuk menggenjot efisiensi, efektivitas, dan kinerja dalam pengelolaan industri hulu migas.
Keempat fitur itu meliputi well performance monitoring (WPM), early warning system (EWS) mobile, pengembangan PIMS KKKS, dan monitoring air surveillance. “Peluncuran keempat fitur digital ini merupakan salah satu upaya SKK Migas mendorong implementasi digital pada kegiatan pengelolaan operasi produksi dan lifting secara masif,” kata Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf pada perhelatan IOC Forum ke-4 2023 di Jakarta, Rabu (08/11/2023).
Menurut Nanang, setelah digitalisasi diterapkan, SKK Migas lebih mudah memantau kegiatan industri hulu migas. “Kami lebih mudah monitoring jika ada sumur mati, misalnya. Kami juga bisa mendeteksinya secara online dan realtime. Monitoring keandalan fasilitas itu sangat challenging karena ada sumur atau ladang migas yang di-develop pada 70-an,” tutur dia.
Nanang Abdul Manaf mengakui, industri hulu migas menghadapi masalah realibilias karena sebagian fasilitasnya sudah tua. “Banyak indikator yang menunjukkan kegiatan seperti IOC berdampak terhadap kinerja industri hulu migas,” ujar Nanang dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id.
Nanang mencontohkan, AS pertama kali mengalami surplus minyak pada 2016, menyusul penemuan shale oil. “Melalui teknologi tersebut, AS bisa mengeskstrak minyak dari sumbernya lewat teknologi fracking langsung ke sumbernya. Dampaknya, produksi minyak AS melompat dari 5 juta bph menjadi 15 juta bph, bahkan hari ini telah menjadi produsen minyak terbesar di dunia”, papar dia.
Nanang berharap digitalisasi implementasi digital melalui peningkatan fitur-fitur IOC juga dapat meningkatkan efisiensi biaya dan mengurangi waktu pekerjaan yang pada akhirnya mampu meningkatkan optimalisasi kinerja produksi migas nasional.
Kepala Divisi Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Bambang Prayoga menambahkan, penyelenggaraan IOC Forum terus berkembang dalam setiap penyelenggaraannya. “Tahun ini, IOC didorong lebih kompetitif dengan adanya kompetisi digital dan hackaton di lingkungan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS),” ucap dia.
Kegiatan puncak IOC Forum dihadiri 700 lebih peserta. Acara itu juga dihadiri Deputi Eksploitasi Wahju Wibowo, General Manager PHE ONWJ Muhamad Arifin, dan Direktur Utama Saka Indonesia Pangkah Ltd (SIPL) Medy Kurniawan.
