Ekspor ke India dan Ekspansi Pasar Baru Menarik Asing Koleksi HRTA
JAKARTA, investortrust.id - Produsen perhiasan PT Hartadinata Abadi Tbk terus berekspansi ke mancanegara, menyusul tercapainya kesepakatan ekspor ke India yang merupakan pasar perhiasan emas terbesar kedua di dunia setelah Cina. Emiten ini meningkatkan eksposur mereka ke pasar perhiasan global, lewat partisipasi dalam Jewellery & Gem World Hong Kong (JGW) 2023 pada 20 - 24 September lalu. Langkah itu berhasil meningkatkan minat asing untuk mengoleksi saham berkode HRTA tersebut.
JGW 2023 merupakan salah satu pameran perhiasan terbesar di dunia yang diikuti 3,4 ribu peserta dan menarik 54 ribu lebih pengunjung dari berbagai negara. “Peningkatan eksposur global HRTA ini akan menjadi katalis positif ke depan, seperti yang terjadi pada kuartal I-2023 dengan debut kesepakatan ekspor India. Langkah ini mampu menarik kepemilikan asing yang meningkat sebesar 9,729% year to date,” kata Research Analyst MNC Sekuritas Alif Ihsanario dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/10/2023).
Baca Juga
Emiten ini menyediakan aneka perhiasan emas mulai dari yang berkadar 8 karat (sekitar 33%) hingga 24 karat (99,99%).
Perlebar Margin
Perusahaan belum lama ini meluncurkan produk Ardore, lini produk perhiasan baru yang mencakup beragam cincin, anting-anting, dan kalung yang ditargetkan untuk kelompok milenial di segmen rendah hingga tinggi. Ekspansi produk ini merupakan strategi untuk memperlebar potensi marginnya.
HRTA juga meluncurkan segmen baru jasa gadai syariah (Rahn), yang berpotensi meningkatkan brand awareness perusahaan. Hal ini juga menunjukkan devosi mereka terhadap segmen pasar syariah.
“Untuk itu, kami menegaskan kembali rekomendasi beli untuk HRTA. Kami mempertahankan target price (TP) sebesar Rp 560, yang menyiratkan price to earnings sebesar 7,6x/6,0x dan price to book value sebesar 1,3x/1,1x untuk tahun estimasi 2023/2024,” paparnya.
Di sisi lain, meski perusahaan akan menggenjot pertumbuhan di masa depan melalui ekspansi pasar luar negeri, hal ini juga bakal meningkatkan paparan terhadap volatilitas dolar AS sebagai mata uang referensi harga emas.
Sementara itu, hingga Rabu (11/10/2023) pukul 13.58 WIB, harga saham HRTA menguat 0,48% ke Rp 422.
Baca Juga
