Ekonomi Digital Bisa Bantu RI Capai Target OECD, tapi..
JAKARTA, investortrust.id - Pada berbagai kesempatan pemerintah meyakini setidaknya dalam 20 tahun ke depan Indonesia dapat mencapai target dari Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita sebesar US$ 28.000 - US$ 33.000. Pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai meski saat ini pendapatan per kapita Indonesia tercatat masih hanya US$ 4.900.
Plh Deputi IV Kemenko Perekonomian Musdalifah Machmud meyakini, salah satu upaya percepatan untuk mencapai target tersebut adalah melalui pemanfaatan ekonomi digital. Apalagi di tahun 2023 lalu, tercatat sekitar 40% pangsa pasar ekonomi digital Asia Tenggara berada di Indonesia.
"Untuk mencapai hal tersebut mau tidak mau yang memacu pembangunan ekonomi kita salah satunya adalah pemanfaatan dan peningkatan kualitas ekonomi digital," ungkap Musdalifah, di kantornya, Rabu (12/6/2024).
Namun dalam upaya memanfaatkan ekonomi digital untuk mengakselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah dihadapkan pada sejumlah tantangan. Disebut oleh Musdalifah, tantangan utama yang dihadapi adalah terkait dengan infrastruktur.
Baca Juga
Menurut Musdalifah, saat ini keterjangkauan internet Indonesia masih dikatakan terbatas. Ia mengungkap cakupan atau penetrasi internet Indonesia saat ini mencapai angka 78% atau peringkat ke-7 di regional Asia Tenggara.
Selain itu, ia juga mengatakan Indonesia masih tertinggal dalam peringkat kecepatan internet bahkan untuk skala regional. Tercatat kecepatan fixed broadband Indonesia yang mencapai 28,28 Mbps dan mobile broadband yang hanya 24,65 Mbps menjadi yang terbawah di Asia Tenggara.
"Ini PR yang harus dikejar lebih cepat, mudah-mudahan dengan program lebih lanjut dapat kita penuhi," sambung Musdalifah.
Selain persoalan infrastruktur, sejumlah tantangan yang disorot oleh Kemenko Perekonomian dalam upaya mengembangkan potensi ekonomi digital adalah regulasi, sumber daya manusia (SDM) dan literasi digital. Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, saat ini tengah terdapat defisit talenta digital, di mana dibutuhkan 9 juta tenaga kerja hingga tahun 2030 mendatang.
Baca Juga
Kadin: Starlink Bantu Tingkatkan Kontribusi Ekonomi Digital ke PDB
Sebelumnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim proses aksesi keanggotaan Indonesia ke OECD semakin dekat. Dia berujar, aksesi keanggotaan OECD menjadi penting dalam rangka menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Roadmap 10 tahun ke depan kita target pendapatan per kapita di atas US$ 12.000," kata Airlangga di Jakarta, pada akhir Mei lalu.
Namun Airlangga mengajak seluruh pihak untuk bersabar sebelum proses aksesi keanggotaan Indonesia di OECD dapat rampung sepenuhnya. Meski demikian, dia memuji peran Sekjen OECD Mathias Cormann yang membantu proses aksesi Indonesia menjadi lebih cepat.
"Berbagai negara berproses (aksesi) lebih panjang, Argentina 5 tahun, sedangkan Indonesia dalam waktu 7 bulan, kami berterima kasih kepada Sekjen OECD yang membantu percepatan," ungkap Airlangga.
