Ekonom Harap Capres Pahami Tiga Persoalan Utama Ekonomi Negeri
Jakarta, investortrust.id – Pasangan capres-cawapres diminta memahami sejumlah persoalan ekonomi yang akan dihadapi ketika mereka terpilih memimpin bangsa ini lima tahun ke depan.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, dengan memahami, pemimpin terpilih diharapkan bisa mengatasi persoalan ekonomi secara komprehensif saat menjabat.
Nailul Huda menyebut, setidaknya ada tiga isu utama yang menjadi persoalan ekonomi paling urgen bagi negeri ini, yaitu, pertama terkait deindustrialisasi dini, yang menyebabkan pekerja kita lebih banyak terserap ke sektor informal yang mana rata-rata kesejahteraan pekerjanya memperihatinkan.
Menurut Huda persoalan deindustrialisasi kemudian menimbulkan berbagai efek domino seperti pekerja dengan gaji di bawah upah miminum, tidak adanya perlindungan sosial dan sebagainya.
Baca Juga
ITMG Buka-bukaan Soal Produksi Tambang Baru hingga Pengembangan Bisnis EBT
"Sektor industri kita tidak mampu menyerap tenaga kerja secara optimal, pekerja diserap oleh sektor informal," tambah Huda.
Isu kedua adalah investasi yang semakin tidak efisien dengan nilai incremental capital to output ratio yang mendekati angka 7.
"Untuk membuat satu nilai ekonomi dibutuhkan 7 nilai modal. Sangat tidak efisien. Problemnya adalah korupsi yang masih menjadi biaya tidak resmi dalam investasi," tutur Huda.
Baca Juga
Transfer Valas Makin Mulus, Bank Mandiri Perkuat Fitur Transaksi di Livin’ by Mandiri
Ketiga, Ia menyoroti ketimpangan digital sebagai isu yang menjadi tantangan perekonomian Indonesia ke depan. Huda menambahkan, ketimpangan digital yang memunculkan masalah-masalah baru seperti penipuan, judi online, dan sebagainya.
"Akses yang masih timpang, kemampuan SDM yang masih rendah, menjadi PR pemimpin di masa depan," pungkas Huda.
Terkait itu, Huda berharap publik menjadikan pemahaman capres-cawapres terhadap tiga isu ekonomi tersebut sebagai salah satu kriteria pemilihan. ‘’Capres-cawapres ideal adalah mereka yang mampu memahami persoalan ekonomi secara komperhensif,’’ pungkasnya. (CR-1)
