Dorong Ekosistem UMKM Berkelanjutan, Menteri Teten Dukung Kerja Sama dengan PTI
JAKARTA, investortrust.di – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menekankan pentingnya pengembangan ekosistem bisnis berkelanjutan melalui pendekatan secara klaster.
“Klaster itu bisa dari produknya maupun klaster wilayah. Contoh di Garut, kami mendirikan pabrik konveksi untuk menghasilkan produk olahan kulit seperti jaket, sepatu, dan tas,” ungkap Teten di acara “Cerita Nusantara: Unveiling the Story of Indonesia Artistry” yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), di Jakarta belum lama ini.
Selain itu, kata dia, dari sisi pembiayaan sudah terdapat KUR klaster. Klasterisasi menurut Menteri Teten membuat pengembangan pelatihan pada UMKM menjadi lebih mudah.
“Mereka tidak lagi harus memikirkan cara mengembangkan produknya, bahan baku dari mana karena bisa langsung dipasok, hingga didukung marketingnya,” ujar Teten.
Sementara itu, Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) turut berperan dalam acara Cerita Nusantara 2023. Partisipasi ini sekaligus menandai kerja sama strategis Kemenkop UMKM dengan PTI, yang fokus pada pemberdayaan disabilitas.
Peran PTI dalam acara itu menunjukkan komitmen terhadap inklusi dan pemberdayaan. Myra Winarko selaku Ketua Umum Yayasan PTI, mengungkapkan, dukungan dari Kemenkop UKM dan Dekranas memberikan peluang besar bagi 31 juta kaum disabilitas di Indonesia.
Dikatakan, PTI sebagai inkubator bisnis bagi disabilitas, telah menjalankan berbagai program pembinaan di seluruh Indonesia. Ini termasuk pelatihan untuk membuat telur asin, make-up artis, melukis, dan memasak, yang telah membantu banyak disabilitas menjadi lebih mandiri dan masuk ke pasar kerja.
“PTI telah berkomitmen menjawab tantangan pembangunan ekosistem digital bagi kaum disabilitas, dari hulu hingga hilir. Ke depannya, PTI juga berencana mengembangkan platform sendiri untuk terus mendukung pembinaan dan pemasaran digital bagi disabilitas,” kata Myra.
Myra menambahkan, begitu banyak kerja sama antara PTI dan Kemenkop selama ini, terutama dalam kegiatan selebrasi hari disabilitas internasional.
Kerja sama ini diisi dengan menyelenggarakan kegiatan Karya Tanpa Batas di tahun 2023, diantaranya dengan melakukan kegiatan pelatihan digitalisasi bagi para disabilitas, membuat lomba karya lukis yang diikuti lebih dari 100 orang penyandang disabilitas, melakukan pameran dan bazaar yang diikuti 40 jenis usaha penyandang disabilitas dan pemberian award bagi insan disabilitas yang inspiratif.
“Pada tahun ini, kerja sama Kemenkop dan PTI difokuskan dalam membangun beberapa badan usaha disabilitas untuk menjadi inkubator bisnis INWIDITA. Kerja sama ini terdiri dari 6 jenis usaha disabilitas yang akan mendapatkan pelatihan capacity building dan business matching untuk mencari investor yang cocok dengan badan usaha tersebut,” ujar Myra.
